Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 06:38 WIB | Sabtu, 05 Oktober 2019

Kesetiaan Seorang Hamba

Kerja berarti kepercayaan.
Siap melayani (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan” (Luk. 17:10). Itulah kesimpulan percakapan Yesus dan para murid-Nya dalam bacaan leksionari Minggu, 6 Oktober 2019.

Ketimbang bicara soal kemampuan diri dalam mengerjakan tindakan-tindakan wah-rohaniah, Sang Guru mengajak para murid bersikap sebagai hamba. Meski senang dipuji, hamba tak merasa perlu berharap pujian karena dia hanya mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan.

Prinsip itulah yang seharusnya menjadi pegangan. Hal yang semestinya menyedihkan bagi seorang hamba ialah kala nggak ada kerjaan. Sebab kerja berarti kepercayaan. Tidak ada kerja berarti tiadanya kepercayaan.

Semangat macam beginilah yang mewarnai dunia bisnis. Tak ada pengusaha bahagia kala sepi order. Inti bisnis adalah transaksi kepercayaan. Kata ”bonafide”, yang sering didengungkan dalam dunia bisnis, berarti ’dapat dipercaya dengan baik’. Perusahaan menjadi besar karena dipercaya oleh kliennya. Tanpa kepercayaan klien, kebangkrutan telah tampak di depan mata.

Masalahnya, para pekerja sering mengeluh jika diberi banyak pekerjaan. Agaknya mereka lupa, banyaknya pekerjaan berarti banyaknya kepercayaan. Sekali mereka mampu mengerjakan perkara kecil dengan sempurna, perkara besar siap menanti. Dan gaji biasanya berbanding lurus dengan kepercayaan!

Ketimbang berharap karunia mukjizat (perkara besar), Yesus mengajak para murid-Nya untuk setia mengerjakan perkara-perkara kecil. Dan perkara besar memang dibangun dari perkara-perkara kecil. Dan setia mengerjakan perkara kecil merupakan tindakan iman pula.

Kelihatannya kita, orang percaya abad XXI, perlu mengubah permintaan para murid itu menjadi: ”Tuhan, tumbuhkanlah iman kami, melalui pelayanan kami!”

Editor : Yoel M Indrasmoro

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home