Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Melki Pangaribuan 14:12 WIB | Senin, 07 Oktober 2019

LRT Jabodebek Segera Diujicoba, Trayek Cibubur-Cawang

Ilustrasi: Sejumlah pengendara kendaraan melintas di dekat area proyek pembangunan infrastruktur Light Rail Transit (LRT) di ruas Jalan Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan uji coba LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi) akan dimulai bertahap minggu ini, setelah rangkaian kereta dikirimkan oleh PT INKA (Persero).

Ditemui di Kantor Kemenko Maritim Jakarta, Senin (7/10), Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan uji coba LRT Jabodebek akan dilakukan untuk trayek Cibubur-Cawang.

"Kalau sekarang memang kita akan mencoba dari Cibubur sampai ke Cawang. Treknya kan harus dicoba, kereta yang sudah ada juga harus dicoba, uji coba prasarana, komunikasi," kata Menhub Budi Karya Sumadi.

Menurut Menhub, pemerintah punya waktu sekitar dua tahun untuk melakukan uji coba operasi LRT Jabodebek sebelum beroperasi komersial pada November 2021 mendatang.

Ia mengatakan waktu uji coba LRT Jabodebek yang panjang memang diperlukan agar operasional transportasi massal itu bisa optimal.

"Nanti masing-masing segmen kita tes," ujar Menhub Budi Karya.

Hal itu juga perlu dilakukan merujuk pada lamanya uji coba yang dilakukan di MRT Jakarta dan LRT Palembang.

"Waktu LRT Palembang dan MRT Jakarta itu lama sekali (uji coba). Bahkan Palembang itu kan dulu dioperasikan dulu, tesnya belum menyeluruh. Baru selesai kira-kira dua bulan yang lalu. Jadi panjang (uji cobanya)," kata Menhub Budi Karya.

Uji coba operasi LRT Jabodebek akan dimulai meski progres pembangunan belum sepenuhnya rampung. Berdasarkan data PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor, progres keseluruhan proyek tersebut mencapai 65,77 persen.

Secara rinci, progres LRT Jabodebek lintas Cawang-Cibubur mencapai 85,28 persen, lintas Cawang-Dukuh Atas mencapai 55,91 persen, dan lintas Cawang-Bekasi Timur mencapai 53,84 persen.

Pecahkan Rekor Dunia

Pembangunan LRT Jabodetabek memecahkan dua rekor dunia yaitu untuk konstruksi longspan atau bentangan panjang tanpa pilar, serta untuk jembatan lengkung dari beton terpanjang untuk jalur kereta api.

Sebelumnya Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budi Harto, seusai acara pengecoran terakhir dalam proyek pembangunan longspan atau jembatan panjang LRT Jabodebek di Jakarta, Jumat (29/3), menyebutkan bahwa ada dua tempat di LRT yang mencatatkan rekor dunia.

"Insya Allah di proyek LRT Jabodetabek Tahap I ini ada dua tempat yang mencatatkan rekor dunia," kata Budi Harto kepada wartawan.

Ia memaparkan, lokasi pertama adalah di longspan untuk konstruksi u-box girder di ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang memiliki panjang 90 meter, mengalahkan rekor sebelumnya yang terletak di Uni Emirat Arab, yang mencapai "hanya" sekitar 70 meter.

Sedangkan rekor lainnya, ujar dia, adalah jembatan lengkung dari beton untuk kereta api sepanjang 148 meter, yang terletak di jalur perpindahan dari Jalan Gatot Subroto ke Jalan Rasuna Said.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Adhi Karya Tbk Ki Syahgolang Permata menuturkan, secara keseluruhan, proses pembangunan proyek LRT Jabodetabek ini diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen, yang terdiri atas lintasan Cawang-Bekasi 60 persen, Cawang-Cibubur 85 persen, dan Cawang-Dukuh Atas 40 persen.

Untuk tahap selanjutnya, diperkirakan adalah pemasangan rel dan sistem perlistrikan, sehingga dapat diujicobakan dengan kereta pada sekitar pertengahan tahun 2019.

Berdasarkan data dari laman lrtjabodetabek.com, pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 dengan 3 rute lintas pelayanan Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur, menghabiskan total biaya konstruksi sekitar Rp22 triliun atau setara dengan Rp513,8 miliar per kilometer sepanjang 44,3 kilometer dengan struktur melayang.

Di Ibukota selain LRT Jabodebek, pemerintah juga membangun LRT Jakarta yang menghubungkan Kelapa Gading dengan Velodrome (Rawamangun) dengan total biaya konstruksi sekitar Rp5 triliun atau sebesar Rp1 triliun per kilometer sepanjang 5,8 kilometer dengan struktur melayang.

Dari laman tersebut juga diketahui bahwa untuk pembangunan Moda Raya Transportasi (MRT) Jakarta, total biaya pembangunannya mencapai sekitar Rp10 triliun atau sebesar 1 triliun per kilometer untuk struktur layang yang mencapai sekitar 10 kilometer. (ANTARA)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home