Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 19:28 WIB | Minggu, 30 Agustus 2015

Mahathir Serukan 'People Power' Gulingkan PM Malaysia

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad melambaikan tangannya ketika menghadiri aksi unjuk rasa yang digerakkan oleh kelompok prodemokrasi Bersih di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30 Agustus 2015 (Foto: Reuters.com)

KUALA LUMPUR, SATUHARAPAN.COM - Mantan pemimpin Malaysia, Mahathir Mohamad, bergabung dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah pada hari kedua, Minggu (30/8). Ia menyerukan "people power" untuk menggulingkan Perdana Menteri Najib Razak yang kini tengah menjadi sorotan atas dugaan  skandal keuangan.

"Satu-satunya cara bagi rakyat untuk kembali ke sistem lama adalah dengan menggeser perdana menteri ini," kata Mahathir, tokoh berusia 90 tahun yang sangat dihormati dan pernah menjadi pelindung Najib namun kini menjadi kritikusnya yang paling sengit.

"Dan untuk menggeser dia, orang-orang harus menunjukkan "people power" (kekuatan rakyat). Seluruh rakyat tidak ingin pemimpin seperti ini yang korup," katanya kepada media, sebelum menuju ke aksi unjuk rasa, yang menurut polisi jumlahnya diperkirakan 25.000 orang pada hari Minggu sore.

Protes telah menjalar ke jalan-jalan seiring dengan krisis politik yang dipicu oleh laporan transfer dana misterius senilai lebih dari $ 600 juta ke rekening atas nama Najib.

Najib membantah melakukan kesalahan sementara para analis mengatakan protes massa ini tidak mungkin dapat menginspirasi dukungan masyarakat luas untuk menggulingkannya karena gerakan ini tidak memiliki pemimpin yang kuat.

Protes ini dianggap tidak sedahsyat unjuk rasa tahun 2012 dan juga tidak memiliki dukungan dari partai yang dapat diidentifikasi dengan mayoritas Melayu. Kebanyakan pengunjuk rasa berasal dari minoritas etnis Tionghoa dan India.

Namun, Mahathir -  pemimpin terlama negara itu - adalah seorang pemimpin dari UMNO, organisasi yang berkuasa dan dianggap mewakili Melayu.

Wakil Presiden UMNO, Hishammuddin Hussein, mengatakan bahwa dengan tiba-tiba menggerakkan aksi unjuk rasa anti pemerintah pada hari Sabtu,  Mahathir telah "melanggar batas".

Pemimpin UMNO lain mengatakan satu juta pendukung pemerintah akan menggelar "kaos merah" pada unjuk rasa 10 Oktober sebagai balasan dari aksi unjuk rasa yang terjadi dalam dua hari ini.(reuters.com)

 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home