Loading...
INDONESIA
Penulis: Prasasta Widiadi 06:27 WIB | Jumat, 17 Juli 2015

Menhub: Butuh Tiga Hari Normalkan Jadwal Penerbangan

Ribuan warga negara asing menunggu informasi keberangkatan penerbangannya setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (10/7). Bandara Ngurah Rai menutup 277 penerbangan yaitu 160 penerbangan domestik dan 117 internasional sejak Kamis (9/7) pukul 23.30 Wita akibat gangguan debu vulkanik Gunung Raung dan akan dievaluasi kembali pada Jumat (10/7) pukul 21.30 Wita. (Foto: Antara/ Nyoman Budhiana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan butuh waktu dua hingga tiga hari untuk menormalkan kembali jadwal penerbangan ke sejumlah bandar udara yang ditutup karena terdampak abu vulkanik Gunung Raung dan Gunung Gamalama.

“Sekali (jadwal penerbangan) terganggu seperti ini pasti dampaknya dua hingga tiga hari,” kata Jonan di sela-sela menemui calon pemudik yang batal terbang ke Surabaya di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (16/7).

Kepadatan penerbangan, ia mengatakan tentunya menjadi masalah. Karena itu butuh waktu dua hingga tiga hari untuk menormalkan kembali jadwal penerbangan.

“Pengaturan penerbangan diserahkan ke maskapai masing-masing, pasti mereka gunakan pesawat lebih besar supaya terangkut lebih banyak," kata dia.

Menurut Jonan, ratusan penerbangan tertunda akibat penutupan sejumlah bandar udara yang terdampak sebaran abu vulkanik gunung berapi. "Untuk yang tertunda ke (Bandar Udara Internasional Juanda) Juanda minimal 100".

Menurut dia, bukan ketebalan abu vulkanik di bandar udara dan yang menutup landasan pacu yang menjadi masalah, tetapi ruang udara dipenuhi abu vulkanik yang membahayakan aktivitas penerbangan yang jadi masalah.

Kondisi landasan pacu di Bandar Udara Internasional Juanda saat ini, menurut dia, tidak terlalu tebal ditutupi abu vulkanik dari erupsi Gunung Raung di Bondowoso, Jawa Timur. "Bandara bisa dibersihkan sebentar bisa langsung dapat beroperasi jika abu vulkanik tidak terlalu tebal. Kondisi Juanda biasa saja, hanya saja ruang udaranya yang dipenuhi abu vulkanik".

Saat ditanya kapan bandar udara yang ditutup sementara dapat kembali dibuka, ia menegaskan semua tergantung dengan arah angin yang membawa abu vulkani malam nanti. "Kalau (bandara) sampai ditutup jelas kondisinya bahaya".

Pada H-1 Idul Fitri 1436 Hijriyah sebanyak tujuh penerbangan dibatalkan dari maskapai Citilink di Bandar Udara Halim Perdanakusuma yang menuju Bandar Internasional Juanda. (Ant).

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home