Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 01:36 WIB | Minggu, 01 Juli 2018

Menjadi Pemimpin Berintegritas dan Berdampak

Para peserta Garuda (foto: istimewa)

CIANJUR, SATUHARAPAN.COM – Tanpa integritas, mustahil seorang pemimpin akan memengaruhi orang-orang yang dipimpinnya. Karena itulah, Paulus dalam nasihatnya kepada Timotius, pemimpin muda jemaat di Asia Kecil, pentingnya menjadi teladan  dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Demikianlah sapaan Pdt. Untari dalam ibadah pembukaan GENERASI PEMBARU INDONESIA (GARUDA) ”Pemimpin Berintegritas dan Berdampak” di Hotel Zuri, Cipanas, Cianjur, 29 Juni-1 Juli 2018.

GARUDA, yang melibatkan sekitar 30 pemuda Gereja Kristen Indonesia dan gereja lain, merupakan  kegiatan pelatihan kepemimpinan pemuda yang diselenggarakan Gereja Kristen Indonesia dan Insitut Leimena.

Diyakini Pdt. Darwin, dari Gerakan Kebangsaan Indonesia, gairah kebangsaan di tingkat warga jemaat makin tinggi. ”Mendadak politik. Semua orang jadi bicara politik. Semua peristiwa dikaitkan dengan politik,” jelas Pdt. Darwin. Tentu ini hal baik, tetapi ketika gairah itu menjadi kebablasan, terlebih dengan suasana pascapemilihan Gubernur DKI, bisa mengarah pada perpecahan bangsa. Karena itu, pemberdayaan politik jemaat, khususnya generasi muda, menjadi keniscayaan. Untuk itu Sinode GKI menggandeng Institut Leimena yang mengkhususkan diri dalam pemberdayaan pemimpin publik.

Menurut Daniel Adipranata, dari Institut Leimena, GARUDA merupakan pengembangan dari  Johannes Leimena School of Public Leadership. ”Program ini dirancang secara offline dan online. Selama dua hingga tiga hari para peserta bertemu secara offline. Sisanya mereka selama empat bulan akan belajar secara online.”

Selama tiga hari peserta dibekali dengan pemahaman keindonesian dan bagaimana merawat keindonesiaan, juga bagaimana sebagai warga negara muda aktif dalam merayakan Pancasila, yang bermuara pada kerinduan untuk menjadi pemimpin berintegitas dan berdampak.

”Nanti kita akan melihat siapa saja peserta yang masih setia dalam pembelajaran online ini,” papar Pdt. Darwin, ”kita berharap mereka akan menjadi mentor untuk para pemuda gereja lainnya.”

Selamat belajar!

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home