Loading...
INDONESIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 13:36 WIB | Sabtu, 15 Oktober 2016

Mensos: e-Warong Potong Mata Rantai Rentenir

Ilustrasi: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (ketiga kiri) didampingi Bupati Kediri Haryanti Sutrisno (ketiga kanan) meninjau secara langsung proses traksaksi dengan menggunakan Kartu Kelurga Sejahtera saat peluncuran E-Warong di Kelurahan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (23/9/2016). (Foto:Dok.satuharapan.com/Ant)

MEDAN, SATUHARAPAN.COM  - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Elektronik Warung Gotong Royong (E-warong) Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (Kube-PKH), akan memotong mata rantai rentenir karena keluarga miskin yang selama ini terlibat utang kepada rentenir dapat meminjam melalui E-warong.

"Ibu-ibu ada yang berutang ke rentenir tidak karena mendesak sekali," tanya Mensos kepada para peserta PKH di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Sumatera Utara, Jumat (14/10)

Hampir sebagian besar menjawab pernah berutang kepada rentenir, karena memang kesulitan ekonomi dan kebutuhan yang mendesak.

Selanjutnya Mensos menunjukkan kartu berwarna merah putih yang merupakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kartu tersebut, sebagai penanda bahwa pemiliknya berhak mendapatkan bantuan sosial.

Mereka adalah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan beras sejahtera (rastra), yang selama ini diambil langsung ke kantor pos.

"Kalau sudah punya kartu ini isinya Rp110.000 per bulan pengganti rastra. Ibu ke E-warong bisa beli beras, gula, minyak goreng atau tepung," kata Mensos.

Kalau uang dalam kartu masih tersisa, bisa menjadi tabungan atau saat uang tidak mencukupi untuk membeli kebutuhan pokok tersebut, bisa berutang di E-warong.

"Bulan depan ibu dapat lagi Rp110.000, bisa untuk membayar kekurangan membeli bahan pokok sebelumnya. Karena pemegang KKS otomatis menjadi anggota koperasi, maka di akhir tahun ibu-ibu akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU)," kata Mensos.

Mensos mengatakan, KKS fungsinya sama seperti kartu ATM karena dapat digunakan untuk transaksi nontunai maupun menarik uang di ATM.

Bantuan sosial yang dapat diuangkan hanyalah PKH, sementara rastra, pupuk, solar dan elpiji subsidi, hanya dapat diambil dalam bentuk barang di E-warong.

Menurut Mensos, harga bahan pokok di E-warong lebih rendah dari harga di pasar maupun warung di sekitarnya karena pasokan barang langsung dari Bulog.

"Ibu-ibu suka banyak kartu atau satu kartu? Dengan KKS ini ibu hanya perlu membawa satu kartu tapi bisa untuk semua bantuan," kata dia.

Dia memperkirakan dibutuhkan 73 E-warong di Kota Medan. Saat ini baru dua E-warong yang dibentuk, termasuk salah satunya diresmikan oleh Mensos tersebut.(Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home