Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Tunggul Tauladan 11:46 WIB | Selasa, 12 Januari 2016

Monumen KB di Yogyakarta akan Dirobohkan

Perluasan TP ABA akan menyasar perobohan Monumen KB yang berada di sisi barat (Foto: Tunggul Tauladan)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM -- Bangunan penanda Keluarga Berencana (Monumen KB) yang berlokasi di ujung utara Jalan Malioboro kini dikaji keberadaannya. Hal tersebut tak lepas dari upaya perluasan Taman Parkir Abu Bakar Ali (TP ABA) yang dinilai kurang memadai untuk menampung kendaraan yang akan masuk ke Malioboro.

Wacana tersebut mengemuka sehubungan dengan kenyataan bahwa TP ABA belum mampu menampung seluruh kendaraan, khususnya saat Malam Tahun Baru 2016. Kala itu, kawasan Malioboro dinyatakan harus steril dari kendaraan bermotor. Namun ternyata TP ABA yang diproyeksikan sebagai kantong parkir belum memiliki daya tampung yang memadai.

Kenyataan tersebut disikapi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dengan cara memperluas TP ABA di sisi sebelah barat. Menurut rencana, sebagai langkah untuk perluasan TP ABA, maka Monumen KB akan dirobohkan.

“Pemkot berencana untuk membongkar bangunan penanda KB di sisi sebelah barat. Kami juga telah mengajukan izin ke pusat karena ternyata bangunan itu yang bangun dari pusat,” demikian dijelaskan oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti pada Senin (11/1).

Secara jelas, Haryadi juga mengakui bahwa kapasitas TP ABA masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kajian akan terus dilakukan. Terkait dengan kejadian pada malam tahun baru, Haryadi menyatakan bahwa hal tersebut bukan merupakan uji coba TP ABA, melainkan sebatas memberikan solusi bagi pejalan kaki.

“Malam itu bukan murni uji coba tetapi sebagai solusi untuk memberikan kesempatan bagi pejalan kaki untuk menikmati malam tahun baru di Malioboro,” ujar Haryadi.

Terkait dengan nasib juru parkir di kawasan Malioboro, walikota menyatakan belum memikirkan karena masih fokus untuk membenahi pengelolaan TP ABA, khususnya upaya untuk perluasan dengan cara merobohkan Monumen KB. Namun, secara jelas walikota menyatakan bahwa penanganan untuk para juru parkir akan tetap mengedepankan solusi relokasi, bukan penggusuran.

Menurut walikota, sosialisasi terkait pengelolaan TP ABA masih sangat diperlukan. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi TP ABA sebagai kantong parkir terkait dengan sterilisasi sisi timur Malioboro pada 2016.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home