Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Eben E. Siadari 11:05 WIB | Senin, 19 Juni 2017

Motivasi Jadi Kristen yang Taat Meningkat di Kalangan Remaja Inggris

Salah satu gedung gereja di Inggris (Foto:David Davies)

LONDON, SATUHARAPAN.COM - Ada sebuah berita menarik dari Inggris, dimuat di harian The Telegraph. Jumlah kehadiran remaja di gereja ternyata lebih tinggi dari yang diduga. Dikatakan dewasa ini semangat anak-anak remaja ke gereja meningkat, bahkan lebih tinggi daripada kaum dewasa, apalagi orang tua. Dan mereka menjadi penganut Kristen yang serius.


Yang menarik, mereka jatuh hati (kembali) kepada iman Kristen itu terutama bukan karena diajak oleh teman-temannya, atau karena mengikuti even-even rohani remaja di luar gereja. Mereka jatuh cinta kepada Kekristenan justru setelah masuk, hadir dan mengalami ibadah di dalam gedung gereja. Suasana gedung ibadah gereja itu, menurut survei tadi, menginspirasi mereka untuk menjadi Kristen.

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi gereja-gereja di Inggris. Sebab, saat ini cukup banyak gedung gereja yang menganggur dan pintunya terkunci, karena sepi pengunjung. Sejumlah gereja bahkan terpaksa mengharuskan pengunjung membeli karcis masuk, untuk menopang biaya pemeliharaan gereja

Pengikut Kristus

Hope Revolution Partnership, sebuah lembaga pemuda Kristen di Inggris, dalam studinya menemukan bahwa tingkat kekristenan di kalangan muda Inggris lebih tinggi daripada yang diperkirakan selama ini. Satu dari enam kaum muda Inggris mempraktikkan agama Kristen. Dan ribuan orang menjadi Kristen yang sungguh-sungguh setelah mengunjungi gedung gereja.

Penelitian itu menunjukkan lebih dari 21 persen remaja usia 11-18 tahun mengakui diri mereka sebagai pengikut aktif Yesus dan 13 persen mengatakan mereka aktif datang ke gereja.

Ini angka yang jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan Peter Brierley pada 2006. Penelitian 11 tahun lalu itu menunjukkan hanya 6 persen dari remaja umur 11-14 tahun dan 5 persen remaja umur 15-18 tahun yang pergi ke gereja. Itu berarti hanya setengah dari survei terbaru ini.

Para remaja itu, lanjut penelitian terbaru ini, memutuskan untuk sungguh-sungguh menjadi orang Kristen setelah menghadiri ibadah di gedung gereja. Pengaruh gedung gereja untuk mendorong mereka menjadi Kristen lebih signifikan daripada mengikuti kegiatan Kekristenan lain di luar gedung gereja, juga lebih berpengaruh dibanding percakapan iman dengan sesama Kristen lainnya.

Hasil survei ini cukup mengejutkan bagi pengerja gereja di Inggris, termasuk bagi Jimmy Dale, dari Church of England. Tetapi ini sebetulnya tak terlalu mengherankan bila membandingkan dengan survei sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Youth for Christ. Survei itu juga menemukan tingginya jumlah kalangan muda yang mengakui sebagai orang Kristen.

"Ada ketidakpercayaan dalam tim kami, karena angka ini sangat tinggi," kata Dale. "Apa yang sangat menarik bagi kami adalah adanya kehangatan dan keterbukaan di antara para remaja, sehingga mereka lebih terbuka terhadap iman mereka," kata dia.

Hasil penelitian ini juga akan berguna sebagai masukan bagi metode yang dijalankan banyak gereja di Inggris dewasa ini, yang justru mengembangkan kelompok-kelompok pemuda di luar gereja. Padahal remaja-remaja itu menginginkan kegiatan mereka dilakukan di dalam gereja.

Satu dari lima yang disurvei mengatakan membaca Alkitab sangat penting, 17 persen mengatakan beribadah di sekolah minggu memiliki pengaruh pada iman mereka dan 14 persen mengatakan pengalaman spiritual menjadi pendorong mereka menjadi Kristen.

Studi terbaru ini menunjukkan bahwa metode klasik dalam pengajaran Kristen justru lebih efektif. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peran gedung gereja tetap penting dan membuat akses ke gedung gereja lebih mudah sangat diperlukan.

Dari 42 katedral yang ada di Inggris saat ini, memang baru sembilan yang memungut karcis untuk membiayai operasi gereja. Tetapi ada kekhawatiran jumlahnya akan bertambah.

Uskup Worcester, John Inge, yang mengepalai urusan gedung gereja di Inggris mengatakan hasil temuan ini menunjukkan kekuatan gedung gereja."Gedung gereja itu memiliki kuasa karena berbagai alasan. Gedung gereja memberikan rasa ketenangan, hal yang menginspirasi banyak orang Kristen membangun gedung-gedung gereja yang luar biasa," kata dia.

John Inge dewasa ini rajin mengkampanyekan agar umat tetap membiarkan pintu gereja mereka terbuka. Saat ini ada sekitar 16.000 bangunan gedung gereja Churces of England yang masih beroperasi.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home