Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 08:34 WIB | Senin, 14 Juli 2014

Netanyahu Tolak Gencatan Senjata

Gambar yang diambil dari perbatasan Gaza - Israel selatan menunjukkan sejumlah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza menuju Israel, pada Sabtu (12/7). Dunia meminta Israel dan Hamas mengakhiri permusuhan ketika pesawat tempur membombardir Gaza untuk hari selama beberapa hari. (Foto: AFP)

PALESTINA, SATUHARAPAN.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, dan menyatakan membela negaranya dari serangan di Gaza. Dia mengatakan hal itu pada sebuah televisi Amerika Serikat, hari Minggu (13/7).

Netanyahu mengatakan, Israel dikepung serangan roket militan, dan sirene peringatan terdengar jelas dalam wawancara "Face the Nation" pada televisi CBS.

"Ketika kami mulai wawancara ini kami berada di bawah peringatan bom," kata dia. "Ini adalah realitas hidup kami, dan kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk mengakhirinya," kata dia, mengacu pada peningkatan kekerasan antara Israel dan Hamas, gerakan Islam yang memerintah Gaza.

Di tengah serangan bertubi-tubi Israel di Gaza, Palestina, sebuah roket ditembakkan dari Suriah dan menghantam wilayah yang diduduki Israel dari Dataran Tinggi Golan pada hari Minggu (13/7), jatuh di tanah terbuka dan tidak menimbulkan korban, kata seorang juru bicara militer.

Perlindungan Internasional

Sementara itu, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas,  meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk menempatkan negara Palestina di bawah "perlindungan internasional" mengingat kekerasan yang memburuk di Jalur Gaza, Palestina.

"Presiden Abbas akan menyampaikan surat kepada Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Robert Serry, yang ditujukan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, untuk secara resmi menempatkan Negara Palestina di bawah sistem perlindungan internasional PBB, dan untuk membentuk panitia hukum untuk segera ditindak-lanjuti, "katanya dalam sebuah pernyataan, hari Minggu (13/7).

Kecaman Internasional

Sementara itu, operasi militer Israel ke Gaza telah mengundang protes dan kecaman di beerbagai negara. Ribuan pengunjuk rasa dari Australia hingga India menyuarakan dukungan mereka terhadap Palestina pada hari Minggu (13/7) terkait serangan Israel di Gaza yang memakan sekitar 160 orang menjadi korban akibat serangan udara naik.

Di Sydney, Australia, sekitar 3.000 orang berdemonstrasi di luar Balai Kota , mengutuk serangan militer Israel. mereka berteriak "Merdeka,  Palestina Merdeka, merdeka, Merdeka Gaza" dan mengangkat spanduk bertuliskan  "Israel Memalukan".

"Israel menargetkan warga sipil Gaza dengan bom,  dan itu adalah iondakan memalukan dan itulah yang kita kecam," kata senator partai Greens, Lee Rhiannon, di tengah-tengah demonstran.

Serangan udara Israel di Jalur Gaza memasuki hari keenam, jumlah korban meninggal secara keseluruhan naik menjadi 165, dan lebih dari 1.000 orang terluka. Dewan Keamanan PBB meminta kedua belah pihak untuk menyatakan gencatan senjata.

Di Indonesia, aksi protes dan kecaman pada Israel terjadi di sejumlah kota, termasuk sekitar 500 orang yang berdemo di Jakarta, dan mereka membawa bendera Palestina serta poster bergambar anak-anak yang meninggal dalam serangan.

"Ini adalah acara solidaritas saudara-saudara Muslim untuk saudara kita di Gaza yang sedang tertindas oleh penjajah Israel. Kami Muslim Indonesia berbagi penderitaan dan rasa sakit mereka," kata aktivis Adityo Nugroho.

Di Hong Kong, penyelenggara demonstrasi pro Palestina mengatakan bahwa  sekitar 300 orang, sebagian besar dari komunitas Muslim kota ikut ambil bagian.

Beberapa mengangkat spanduk yang menggambarkan bendera Israel dengan bintang Daud yang diganti dengan swastika. Mereka berbaris melalui jalan-jalan di tengah panas terik kota itu.

"Kami datang untuk mendukung saudara-saudara kita di Gaza dan meminta mereka menghentikan pembunuhan anak-anak dan perempuan yang tidak bersalah di Gaza," kata pengunjuk rasa, Kashi Anjum.

Di ibu kota India,  New Delhi, sekitar 100 demonstran, terutama mahasiswa, berkumpul di luar kedutaan Israel membawa plakat yang menyatakan "Kami bersama dengan Anda, warga Gaza" dan "Katakan tidak untuk genosida Zionis".  (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home