Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 06:08 WIB | Jumat, 27 Juli 2018

Pameran "Expose, Edu Art Action" di Taman Budaya Yogyakarta

Pameran "Expose, Edu Art Action" di Taman Budaya Yogyakarta
Patung berjudul "Penari" karya Muhajirin pada pameran "Expose, edu art action" di Taman Budaya Yogyakarta. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Pameran "Expose, Edu Art Action" di Taman Budaya Yogyakarta
Bangga Budaya - 100 cm x 100 cm - cat minyak di atas kanvas - Surya Darma - 2018.
Pameran "Expose, Edu Art Action" di Taman Budaya Yogyakarta
Nothing to be a Leader - mix media - Alie Gopal - 2018.

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Dua ratus lima puluh karya seni dua-tiga matra dari 185 seniman-perupa dipamerkan dalam pameran "Expose, edu art action"  di ruang pamer Taman Budaya Yogyakarta. Pameran yang diselenggarakan untuk kesembilan kalinya oleh Edu art forum dibuka oleh pemilik Sapto Hoedojo art gallery Yani Saptohoedojo, Rabu (24/7) malam.

Edu art forum adalah sebuah forum komunitas seni dari alumni SSRI/SMSR/SMKN 3 Kasihan Bantul dari berbagai angkatan mulai tahun 1970-an yang hingga saat ini yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan beragam profesi yang digeluti mereka masih tetap berkarya seni rupa di tengah kesibukan aktivitasnya. Selain seniman-perupa sebagian besar peserta berprofesi sebagai pengajar (guru-dosen) bahkan ada yang berprofesi dalam dunia kedokteran hewan. 

Menariknya secara kualitas dan kuantitas kekaryaan, karya-karya yang ditampilkan menjadi media edukasi dengan tetap memperhatikan estetika-etika-tata susila. Dengan demikian, kesenian dapat ditularkan melalui pendidikan formal, non-formal, dan informal.

Beragam karya lukis, karya grafis, patung, dan instalasi dikurasi dari dua ratus dua puluh lima seniman-perupa yang mengirimkan foto karyanya. Diantaranya pelukis perempuan Kartika Affandi, dosen jurusan Seni Rupa ISI Yogyakarta Timbul Raharjo, pengajar SMAN 15 Surabaya Suratmini. Fotografer muda Ersya Ruswandono membuat lukisan "Hide and Seek I" menjadi peserta termuda.

Dengan mengambil tema Expose, edu art action, pameran Edu art forum yang kesembilan menjadi ruang presentasi karya dari masing-masing seniman. Timbul Raharjo yang kerap membuat karya patung logam ukuran besar, membuat karya "Mouse Bull" berbentuk kerbau dalam ukuran 1:1 dari potongan pipa logam. Eksplorasi akar budaya dan tradisi banyak mewarnai karya. Pelukis asal Surakarta Chosaeri membuat dua lukisan panel berjudul "Karna Tanding" yang menggambarkan pertempuran Karna melawan Janaka dalam Bharata Yuda, Mhazyanta dengan lukisan berjudul "Mantenan", Dwi Sujarwo dengan lukisan "Lengger Hiasan Dunia", ataupun Hartono dengan lukisan "Hasta Brata".

Lukisan potret tokoh masih menjadi pilihan banyak seniman-perupa. Indah Sari membuat lukisan tokoh berjudul "Semangat Bung Karno dan Jokowi dalam Kebhinnekaan", M Hadi Santoso dalam "Disuruh Kerja ya Kerja" dengan potret Presiden RI Joko Widodo yang sedang tersenyum. Dn Koestolo membuat lukisan potret Raden Saleh berjudul "Raden Saleh Syarif Bustaman".

Tidak ketinggalan kritik sosial dalam bentuk karikatur dan lukisan karikatur ditawarkan dalam "Nyinyirlah Daku Kau Ditangkap" karya Sujarwo, lukisan karikatur "Piknik" karya Abdul Munir, "Doa Orang Miskin" karya Jumadi.

Pameran "Expose, edu art action" yang digelar di ruang pamer TBY Jalan Sriwedani No  Yogyakarta akan berlangsung hingga 30 Juli 2018.

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home