Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 13:26 WIB | Sabtu, 21 Oktober 2017

Pameran Seni Kriya "Reload" Digelar

Pameran Seni Kriya "Reload" Digelar
Karya keramik berjudul "Berpusat" karya Sidik Purnomo dalam pameran seni kriya "Reload" di Pendhapa art space Jalan Prof Dr Wirjono Projodikoro, Tegal Krapyak RT 01 Panggungharjo, Sewon-Bantul. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Pameran Seni Kriya "Reload" Digelar
"Sekarat-ku #2" karya Meta Enjelita, tekstil dalam pewarna remasol, batik, serta karat.
Pameran Seni Kriya "Reload" Digelar
"Unknown Organis Object #2", galvanized iron wire, Bodas Ludira Yudha.

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Sepuluh seniman peraih nominator Kriya Award rentang 2014-2016 menggelar pameran seni kriya di Pendhapa art space, Sewon-Bantul.

Seni kriya adalah sebuah karya seni yang dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan (hand skill) dengan tetap memperhatikan segi fungsional (kebutuhan fisik) dan keindahan (kebutuhan emosional).

Pameran yang dibuka oleh dosen ISI Yogyakarta, Sudjud Dartanto Jumat (20/10) malam memamerkan karya terbaru dengan berbagai medium mulai dari kayu, tekstil, keramik, logam, serta mix media.

Kurator pameran Musyafa kepada satuharapan.com menjelaskan bahwa pameran seni kriya relatif jarang digelar. Kendalanya lebih banyak masalah teknis.

"Kesibukan diantara aktivitas yang dijalani seniman kriya terutama waktu dan proses pengerjaan yang tidak sama. Sebagian besar seniman telah terjun dalam aktivitas menghasilkan merchandise minimal dalam skala home industri rumah produksinya." jelas Musyafa di sela-sela pembukaan pameran.

Melihat karya yang dipamerkan dalam "Reload", batasan seni kriya dengan seni rupa lainnya menjadi tipis dan tidak penting lagi. Meta Enjelita dengan karya berjudul "Sekarat-ku #2" dalam medium tekstil/kanvas dengan teknik pewarnaan memanfaatkan pewarna remasol, batik, serta karat. Afifah Ashma Abdillah dalam karya berjudul "Tumbuh Bersama", Oktarina Isnaini dengan karya "Paradise inside you", Heydi Sarah dalam karya berjdul "Beside of Joy" dan "Berkawan dengan Senja", serta karya Hastin Sholihah berjudul "Deforest" yang kesemuanya memanfaatkan tekstil sebagai medium utama menjadi "kanvas" karya kriyanya.

Begitupun Bodas Ludira Yudha berjudul "Unknown Organis Object #2" yang merangkai kawat besi galvanis menjadi sebuah karya kriya patung. Hal yang sama dilakukan Saparul Anwar dalam karya "Kundalini Bumi", sementara Dedi Shofianto dalam karya berjudul "Indonesia punya Indonesia kaya" sebuah karya instalasi berbahan kayu bermotor menjadi karya kriya fungsional yang menarik.

Dalam display pasir-kerikil, karya keramik Sidik Purnomo berjudul "Berpusat" serta instalasi berjudul "Mereka Ngapain Sih?" karya Ahmad Kurnia Timur sebagaimana dikatakan Musyafa bahwa karya yang tersaji tidak semata-mata tentang craftmanship yang menjadi akar dari seni kriya, namun juga tetap memperhatikan aspek dialogis sebuah karya seni.

Pameran "Reload" yang digelar di Pendhapa art space Jalan Prof Dr Wirjono Projodikoro, Tegal Krapyak RT 01 Panggungharjo, Sewon-Bantul akan berlangsung hingga 27 Oktober 2017.

 

Back to Home