Loading...
RELIGI
Penulis: Endang Saputra 16:11 WIB | Kamis, 14 Mei 2015

Pendeta Minta Para Tahanan KPK Mengakui Kesalahan

Ilustrasi. Pdt Yahya Wijaya dalam ibadah Kamis Putih di GKI Klaten pada 17 April 2014 (Foto: Purnawan Kristanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperingati kenaikan Yesus Kristus ke Surga Kamis (14/5) dengan mendatangkan pendeta untuk tahanan yang menganut agama Kristen.

Tahanan KPK yang ikut ibadah Kenaikan Yesus Kristus antara lain Direktur PT Mitra Maju Sukses Andrew Hidayat, Bupati nonaktif Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang, mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu, Direktur PT Media Karya Sentosa Antonius Bambang Djatmiko, mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua Jannes Johan Karubaba, serta pemegang saham PT Bursa Berjangka KPK Jakarta Sherman Rana Krisna.

Sementara  itu  Pendeta  Freddy Tobing saat mendatangi gedung KPK mengatakan untuk mengiringi tahahan beribadah bahwa di dalam Alkitab untuk menebus dosa.

"Iya. Bahwa di dalam Alkitab juga disebutkan untuk menebus dosa, dan pada hari ini dia kan naik ke surga dan akan naik ke surga," kata Pendeta Freddy Tobing, Kamis.

Dalam ceramahnya, Pendeta Freddy akan menitipkan pesan penting kepada para tahanan agar berterus terang dan evaluasi diri. Tentang apa saja yang sudah diperbuat selama hidup di dunia.

"Sebagai anak Tuhan kalau salah ya akui saja kesalahannya," kata dia.

Untuk itu, kata Pendeta Freddy, ibadah kebaktian bagi para tahanan tidak mengambil tema secara spesifik. Intinya adalah memperingati Kenaikan Isa Almasih ke surga setelah melakukan pengorbanan bagi umatnya.

"Kita memperingati hari kenaikan saja, dan saya akan dikenakan umat Kristen bahwa hidup kita akan diselamatkan‎," jelas Pendeta Freddy yang berasal dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Paulus, Jakarta.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home