Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Ignatius Dwiana 23:09 WIB | Minggu, 09 September 2018

Pengobatan Ibrani Kuno dari Gurun Yudea Menyembuhkan Jiwa Raga

Ilustrasi. Alkitab Yahudi (Foto: confessionalbibliology.com)

ISRAEL, SATUHARAPAN.COM – Pengobatan Ibrani kuno dipraktekkan di Israel setidaknya sampai abad kedua Sebelum Masehi. Hal ini dijelaskan seorang ahli kimia Amir Kitron yang dipublikasikan pada April 2018 di Breaking Israel News, sebuah terbitan online berperspektif Alkitab. Dia telah mempelajari cara menggabungkan ramuan herbal Gurun Yudea untuk menciptakan produk perawatan kulit alami dan efektif.

Amir Kitron mengatakan pengobatan Ibrani kuno menggabungkan ramuan herbal yang kuat ke dalam krim, minyak, dan salep untuk penggunaan topikal dan penyembuhan. Obat topikal adalah obat yang diberikan ke tempat tertentu pada bagian tubuh.

“Dalam Alkitab, kamu melihat banyak hal diterapkan secara topikal,” kata Amir Kitron. Perusahaannya, 'Herbal Kedem (Herbs of Kedem)', memanfaatkan teknik-teknik tersebut. Dia juga mengaku bahwa Alkitab menjadi inspirasinya.

Tradisi Yahudi mengajarkan tentang 'Kitab Pengobatan'. Kitab ini berisi kumpulan kebijaksanaan penyembuhan dari orang-orang Yahudi. Raja Hizkia menyembunyikan buku ini karena obatnya terlalu efektif. Komentator abad pertengahan Rashi menjelaskan bahwa ketika seseorang jatuh sakit, dia akan mengikuti apa yang tertulis di dalam buku itu dan sembuh. Sebagai hasilnya, hati orang-orang tidak direndahkan di hadapan Surga karena sakit.

Amir Kitron mengatakan simbol modern untuk farmasi juga berasal dari Alkitab dan kisah Musa.

“Tongkatnya diubah menjadi ular dan kembali menjadi tongkat,” jelas Amir Kitron. “Setelah menerima tongkat, dia melakukan tindakan penyembuhan pada dirinya sendiri, mengubah tangan yang sehat menjadi tangan yang terkena kusta dan kemudian menyembuhkannya lagi.”

Jajaran produk Herbal Kedem dari Amir Kitron secara khusus menggunakan tanaman yang ditemukan di Gurun Yudea. Ini adalah sebuah hamparan sempit seluas 14 mil dari daratan yang terletak di antara Perbukitan Yudea dan Laut Mati. Bukit Yudea memiliki iklim Mediterania dan ketinggian hingga 328 kaki di atas permukaan laut dan hujan. Sedangkan Laut Mati adalah tempat terendah di bumi pada lebih dari 400 meter di bawah permukaan laut dan kondisi yang selalu hangat dan kering.

"Ini menciptakan pertemuan langka antara dua populasi herbal dan gradiasi iklim yang kuat, menghasilkan tingkat tekanan yang tinggi pada tanaman. Salah satu hasil dari tekanan ini adalah tingkat fitosteroid tertentu yang relatif tinggi, yang dapat berguna untuk mengobati penyakit kulit autoimun seperti psoriasis, untuk membantu pemulihan otot yang lebih cepat dan mengobati kerontokan rambut pada pria, di antara penyakit lainnya,” jelas Amir Kitron.

Amir Kitron menjelaskan bahwa ketika tanaman bertahan hidup di tempat ekstrim, di bawah tekanan traumatik maka tanaman membangun kapasitas untuk membantu tubuh menyembuhkan dirinya sendiri dengan cara yang sama.

“Bagaimana Anda bisa tahu bagaimana obat akan bekerja? Pertama, Anda memeriksa aspek fisiologis tanaman. Bagaimana tanaman itu tumbuh dan dalam kondisi apa? Kemudian, Anda melihat tradisi farmakologisnya. Kebanyakan orang memiliki tradisi mereka sendiri menggunakan pengobatan herbal.”

Dia menjelaskan bahwa ketika tubuh, atau sebagian darinya, menjadi rusak sendiri, maka strategi terbaik adalah mengaktifkan penyembuhan diri.

Amir Kitron mengatakan ada banyak cara untuk melakukan ini. Termasuk melalui pikiran (mengubah sikap seseorang), kebugaran fisik (latihan fisik meningkatkan toleransi tubuh terhadap stres, stabilitas emosi, dan kapasitas mental), nutrisi dan detoksifikasi, dan memberi sinyal tubuh dengan herbal dan mineral, yang telah dilakukan sejak zaman kuno. dan sekarang memiliki dukungan ilmiah.

Herbal Kedem memiliki produk yang bekerja pada kedua front dan dapat membantu meringankan pengobatan yang berlebih. Produk Herbal Kedem dapat mendetoksifikasi tubuh, menurunkan tekanan darah, mengobati radang usus besar, mengurangi kerutan, dan menghilangkan kantung mata, di antara banyak penyakit lainnya.

Amir Kitron mengatakan, misalnya ketika seseorang memiliki kolesterol tinggi, dia akan diberikan obat. Banyak obat yang digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati, sehingga obat lain kemudian diambil untuk memerangi kerusakan ini dan seterusnya dan seterusnya.

“Hasilnya adalah bahwa pada usia 70, beberapa orang mempunyai sebanyak 10 obat,” katanya.

Namun perusahaan-perusahaan farmasi ragu-ragu untuk mengeksplorasi tanaman sebagai obat karena mereka cenderung lebih mahal untuk diproduksi, rumit bekerja karena perubahan konsentrasi bahan-bahan yang berbeda di dalam tanaman, dan karena sulit untuk mendaftarkan paten atas ekstrak herbal yang telah digunakan selama berabad-abad.

Amir Kitron telah mempelajari tanaman Gurun Yudea sejak tahun 1998. Dia awalnya pindah ke Kiryat Arba karena ingin tinggal di dekat kota Alkitab di Hebron. Saat itulah dia menemukan “kita secara harafiah tersandung tanaman atau menginjak tanaman secara tidak sengaja yang setiap orang memperlakukannya sebagai gulma yang buruk, namun mereka adalah tanaman unik."

Dia menemukan lusinan spesies asli yang langka, dan mulai mengumpulkan benih sisa-sisa tanaman kuno, menciptakan bank gen nasional jika tanaman ini telah punah. Dia menyimpan benih tanaman langka ini dengan tujuan membudidayakannya sekali lagi.

Yaniv Kitron, pendiri dan CEO dari EdenShield dan saudara laki-laki Amir Kitron menyebutkan,”Kita hidup di tempat di dunia dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.”

Berakar dalam filosofi yang sama dari Herbal Kedem, EdenShield mengembangkan sebuah keluarga alami, produk non toksik berdasarkan ekstrak tanaman asli di Gurun Yudea untuk melindungi tanaman terhadap kerusakan dari serangga.

Di Gurun Yudea, Amir Kitron yang lebih tua telah menemukan beberapa ramuan Alkitab seperti hisop kuno. Hal ini dapat dibaca dalam kitab Mazmur dan dia mengatakan hisop dapat digunakan untuk melawan bakteri dan mengobati jamur kuku.

Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!” (Mazmur 51)

Spesies hisop yang terdapat di Gurun Yudea tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Karena hisop di Gurun Yudea memiliki spesies yang sangat berakar dalam sejarah dan spiritualitas.

“Daerah ini memiliki makna spiritual yang luar biasa,” tutur Amir Kitron. “Gurun Yudea adalah tempat Raja Daud bertemu dengan istrinya, Abigail, dan banyak lagi. Kami membawa spiritualitas dan penyembuhan ini dalam segala yang kami jual.” (breakingisraelnews.com)


 



 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home