Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:55 WIB | Sabtu, 18 Februari 2017

Percepatan Akreditasi Perguruan Tinggi Melalui Merger

Ilustrasi. Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi M Nasir saat memberikan keterangan terkait dengan perguruan tinggi Adhy Niaga yang terbukti telah memperjualbelikan ijazah dan gelar sarjana palsu. pada 3 Juni 2015. (Foto: Dok.satuharapan/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, mengupayakan mempercepat peningkatan akreditasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan cara penggabungan atau merger.

Menristekdikti Muhammad Nasir di Makassar, Jumat(17/2), mengatakan salah satu percepatan peningkatan mutu dengan penggabungan sumber daya antarperguruan tinggi.

“Kita lihat satu yayasan dengan yayasan lain ada di beberapa tempat, kita usulkan untuk merger tapi kita tidak paksakan, agar perguruan tingginya makin kuat,” kata Nasir.

Nasir menjabarkan jumlah perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebanyak 4.529, baik negeri maupun swasta. Namun jumlah tersebut dinilai tidak efektif karena mutu dan kualitasnya masih jauh di bawah harapan.

Dia mengatakan, dari total perguruan tinggi yang ada baru sekitar 50 perguruan tinggi yang terakreditasi A, dan sekira 1.000 PTN/PTS terakreditasi B. Sedangkan sekira 3.300 perguruan tinggi sisanya masih terakreditasi C.

Namun Nasir mengatakan, kondisi tersebut masih lebih baik dibandingkan pada akhir 2014 lalu, dengan hanya 17 perguruan tinggi terakreditasi A di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah menyarankan agar perguruan tinggi yang berskala kecil mau bergabung dengan perguruan tinggi lain untuk menyatukan sarana prasarana ataupun sumber daya tenaga pengajar guna meningkatkan kualitas.

Selain itu pemerintah juga melakukan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian terhadap perguruan tinggi dengan memantau poin akreditasi.

Pemerintah, kata Nasir, akan terus memonitor untuk membina perguruan tinggi dengan akreditasi rendah menjadi lebih tinggi. Sedangkan untuk perguruan tinggi yang poin akreditasinya sangat rendah akan ditutup.

Nasir juga berjanji pemerintah akan merevitalisasi tenaga pengajar dengan memberikan beasiswa untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi. Dengan begitu diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas. (Ant)

 

Editor : Sotyati

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home