Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Sotyati 20:47 WIB | Minggu, 08 September 2019

PICF 2019: Voces Fidelis dari Jepang Raih Grand Prix

PICF 2019: Voces Fidelis dari Jepang Raih Grand Prix
Voces Fidelis, kelompok paduan suara dari Yokohama, Jepang, meraih gelar terbaik di ajang Grand Prix PENABUR International Choir Festival (PICF) 2019, di SPK PENABUR Kelapa Gading, Jakarta utara, Sabtu (7/9). (Foto: Dok PICF 2019)
PICF 2019: Voces Fidelis dari Jepang Raih Grand Prix
Aksi panggung Voces Fidelis dari Jepang di ajang Grand Prix PICF 2019. (Foto: Sotyati)
PICF 2019: Voces Fidelis dari Jepang Raih Grand Prix
Penampilan Stream of Life, pemenang kategori Gospel & Spiritual, dengan konduktor Timotius Korban, dari Bandung, Jawa Barat, di ajang Grand Prix PICF 2019. (Foto: Sotyati)
PICF 2019: Voces Fidelis dari Jepang Raih Grand Prix
Penyelenggara dari BPK PENABUR Jakarta bergambar bersama 12 juri PICF 2019 yang berasal dari 10 negara. (Foto: PICF 2019)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kelompok paduan suara Voces Fidelis dari Yokohama, Jepang, meraih gelar terbaik, Grand Prix PENABUR International Choir Festival (PICF) 2019, yang digelar di SPK PENABUR Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (7/9).   

Voces Fidelis, pemenang kategori Musica Sacra dan kategori Chamber, mengungguli pemenang-pemenang kategori lain, yakni Voice of Angels (pemenang Kategori Kindergarten), Delta Four Choir (Primary School), Five’s Choir (Junior High School), Smansa Choir (Senior High School), Gita Harmoni Choir – HKBP Kramat Jati (Children Choir), PSM Teknik Universitas Diponegoro (Mixed Youth Choir), Octava (Mixed Choir), Cordillera Chamber Singers (Folklore), Steam of Life (Gospel).

Berbeda dengan kelompok paduan suara lain yang tampil berseragam pada malam itu, Voces Fidelis, yang kesemuanya perempuan dan dipimpin konduktor perempuan Amy Kajiyama, tampil dalam balutan busana casual yang tidak seragam. Ada yang bercelana panjang model jins ketat, ada yang bercelana pendek. Atasan pun ada yang berlengan panjang, ada yang berlengan pendek. Namun, harmoni terlihat dari pemilihan warna pada busana, seperti bluesky, salem, soft green, membentuk padanan warna pastel yang enak dilihat.

Tampil pada urutan terakhir, mereka menggebrak dengan gerak yang rancak, dinamis, tanpa kehilangan kendali dalam meniti nada. Benar, seperti dikemukakan juri Aivis Greters dari Latvia dalam acara temu pers siang sebelumnya, penilaian sebuah paduan suara kini bukan hanya pada penguasaan teknis bernyanyi, namun juga performance.

Selain Aivis Greters, juri dalam PICF 2019 yang lain adalah Tom T Shelton Jr (Amerika Serikat), ), Bengt Ollen (Swedia), Johnny Ku (Taiwan), Foong Hak Luen (Singapura), John A Pamintuan (Filipina), Ko Matsushita (Jepang), Innesa Bodyako (Belarus), Dr Bienvenido B Constantino Jr (Filipina), Soundarie David Rodrigo (Sri Lanka), serta dua juri dari Indonesia, Hermantika Sinapa dan Aris Sudibyo.

Ir Hadiantono Yuwono, Ketua BPK PENABUR Jakarta, didampingi Adri Lazuardi, Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, dan Hendra Tjipta Muliana Ketua PICF 2019, menyerahkan hadiah berupa piala dan uang tunai kepada Voces Fidelis. Sebagai yang terbaik malam itu, Voces Fidelis juga mendapatkan tambahan bonus dari Korg, sebagai salah satu sponsor acara. Penyerahan hadiah itu sekaligus menandai penutupan rangkaian acara yang berlangsung sejak 3 September 2019.

5 Negara Peserta, 11 Kategori Kompetisi

BPK PENABUR Jakarta memprakarsai penyelenggaraan PICF, ajang paduan suara sekolah tingkat internasional. Ajang ini digelar dua tahunan dan tahun ini adalah penyelenggaraan keempat sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2013.

PICF adalah event kompetisi yang dibalut dalam suasana festival, sehingga kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk prestasi tim paduan suara, tetapi melalui acara ini BPK PENABUR Jakarta ingin membentuk karakter peserta didiknya dan seluruh peserta PICF melalui bidang musik.

PICF 2019 berlangsung 3-7 September 2019 di SPK PENABUR Kelapa Gading, dan Graha Gepembri, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

PICF 2019 diikuti 152 tim paduan suara dengan total 6.161 orang yang berasal dari lima negara, yakni Malaysia, Filipina, Jepang, dan Vietnam, selain Indonesia. Peserta dari Indonesia berasal dari 15 provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Bertindak sebagai artistic director pada PICF 2019, Aida Swenson Simanjuntak. Pendiri dan pemimpin Paduan Suara Anak Indonesia (PSAI) ini, bukanlah “orang asing” bagi BPK PENABUR, karena ia menyelesaikan pendidikan SMA-nya di SMAK 1 PENABUR.

“Tahun ini untuk pertama kalinya penyelenggaraan PICF ini mandiri, dengan kami mengundang Aida Swenson Simanjuntak sebagai art director. Pada penyelenggaraan sebelumnya, tahun 2017, kami bekerja sama dengan pihak lain,” kata Antono Yuwono.    

Sebelas kategori dikompetisikan di PICF 2019. Empat kategori utama, sesuai jenjang sekolah, yakni Kindergarten (diikuti 10 peserta), Primary School (21 peserta), Junior High School (17 peserta), dan Senior High School (20 peserta).

Kategori umum, diikuti Children Choir (16 peserta), Mixed Youth Choir (14 peserta), Mixed Choir (15 peserta), Folklore (31 peserta), Gospel & Spiritual (11 peserta), Musica Sacra (24 peserta), dan Chamber Choir (8 peserta).

Dari 11 kategori tersebut, peserta terbaik dari setiap kategori masuk dalam Grand Prix, dan The Winner memeroleh hadiah Rp30 juta, sementara total hadiah di PICF 2019 bernilai 164 juta.

Sebelumnya, PICF 2017 menggelar delapan kategori yang diikuti tiga negara, 132 tim paduan suara dengan total 4.923 orang.

Di sela-sela kompetisi, PICF 2019 menyelenggarakan workshop, choir clinic, dan meet the juries, yang dipimpin langsung oleh juri, untuk meningkatkan kualitas paduan suara di Indonesia. Diadakan pula friendship concert, Sunday Service, outreach concert, agar masyarakat dan gereja dapat ikut serta dalam kegiatan ini.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home