Loading...
DUNIA
Penulis: Bayu Probo 14:36 WIB | Rabu, 13 November 2013

Rencana 20.000 Permukiman Baru Israel Membuat AS Khawatir

Raba Fanoun dari desa Nahhalin dekat Betlehem memperlihatkan pohon-pohon zaitun yang dihancurkan pemukim Israel. (Foto: Merita Saajos)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM – Amerika Serikat pada Selasa mengungkapkan keterkejutan dan kekhawatiran atas sebuah laporan bahwa Israel berencana membangun 20.000 pemukiman baru di Tepi Barat.

“Kami sangat khawatir dengan laporan terbaru ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jennifer Psaki. “Kami terkejut dengan pengumuman ini dan sedang meminta penjelasan lebih lanjut dari pemerintah Israel.”

Psaki menekankan bahwa Washington tidak diberi tahu sebelumnya oleh Israel mengenai proyek pemukiman tersebut.

Dia menyatakan kembali posisi diplomatik AS mengenai pemukiman itu – sebuah posisi yang ditegaskan kembali pekan lalu saat kunjungan Menteri Luar Negeri John Kerry ke Timur Tengah – bahwa “kami tidak menerima legitimasi aktivitas pemukiman yang terus berlanjut.”

Psaki mengatakan AS “meminta kedua pihak agar mengambil langkah untuk menciptakan sebuah suasana positif bagi negosiasi tersebut,” yang, dengan mediasi yang dilakukan Kerry, kembali dibuka pada Juli.

 Rencana menteri perumahan Israel untuk membangun “rekor” 20.000 rumah penduduk baru itu, yang diungkapkan oleh sebuah pengawas Israel, mengancam perundingan damai yang sebelumnya sudah goyah.

Saat kunjungannya ke Timur Tengah pekan lalu, Kerry membantah pernyataan dari para pemimpin Israel bahwa pengumuman mengenai pemukiman itu sesuai dengan “pemahaman” yang tidak perlu diucapkan antara kedua pihak sehubungan dengan pembebasan 52 veteran tahanan asal Palestina sejak Agustus. (AFP/Antara)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home