Loading...
INDONESIA
Penulis: Tunggul Tauladan 16:48 WIB | Kamis, 02 April 2015

Spanduk Busyro-Idham Berbuntut Somasi

Spanduk diskusi bertajuk "Meneropong Pemerintahan Jokowi" yang diselenggarakan oleh KAMMI dalam gelaran Islamic Book Fair 2015. Spanduk itu berbuntut somasi dari aktivis antikorupsi kepada KAMMI Yogyakarta karena menyandingkan foto Busyro Muqoddas selaku mantan pemimpin KPK dengan Idham Samawi yang menyandang status tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Persiba Bantul. (Foto: Tunggul Tauladan)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM -- Spanduk “Jogja Islamic Book Fair 2015”, yang salah satunya terpampang di depan GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), akhirnya berbuntut somasi. Hal itu dikarenakan spanduk tersebut memuat foto Busyro Muqoddas selaku mantan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdampingan dengan Idham Samawi yang menyandang status sebagai tersangka dana hibah klub sepakbola Persiba Bantul.

Para aktivis antikorupsi di Yogyakarta melayangkan somasi kepada Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Yogyakarta sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pemasangan spanduk tersebut. Somasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pesan Busyro, yang salah satunya dikirimkan kepada Direktur Indonesia Court Monitoring (ICM), Tri Wahyu, pada 26 Maret silam. Menurut Tri Wahyu, Busyro menganggap pemasangan foto tersebut merupakan bentuk keculasan KAMMI.

“Pada 26 Maret 2015, Busyro diminta menjadi salah satu pembicara dalam diskusi ‘Meneropong Pemerintahan Jokowi’ yang merupakan agenda dalam Islamic Book Fair 2015 di GOR UNY yang digelar pada 2-6 April 2015. Orang tersebut bernama Aza El Munadiyan yang mengaku sebagai Ketua KAMMI Yogyakarta. Namun, Busyro tidak bisa memenuhi undangan karena diskusi juga menghadirkan Idham Samawi sebagai salah satu pembicara,” ungkap Tri Wahyu yang dihubungi pada Kamis (2/4).

Tri Wahyu menambahkan, meskipun Busyro menyatakan tidak bersedia untuk memenuhi undangan, namun spanduk diskusi yang memuat dirinya tetap dipajang oleh KAMMI. Celakanya, dalam spanduk tersebut, foto Busyro bersandingan dengan Idham Samawi.

“Kami menilai perbuatan yang tetap memajang foto gelaran diskusi, meskipun Busyro menyatakan tidak bersedia, adalah tindakan yang tidak etis. Selain itu, pemasangan foto Busyro yang bersandingan dengan Idham dikhawatirkan memunculkan kesan adanya kedekatan antara aktivis antikorupsi dengan tersangka korupsi,” tambah Tri Wahyu.

Tri Wahyu menuntut KAMMI untuk meminta maaf secara langsung ke Busyro dan segera mencabut beberapa spanduk yang telah telanjur terpasang. Spanduk-spanduk tersebut seperti yang terpampang di depan GOR UNY, Pojok Beteng Kulon, dan sebelah timur Mirota Babarsari.

Secara terpisah, Aza El Munadiyan selaku Ketua KAMMI Yogyakarta, menyatakan siap meminta maaf secara langsung kepada Busyro Muqoddas. Menurut Aza, tidak ada maksud tertentu untuk menyandingkan foto Busyro dengan Idham.

“Kami mengakui bahwa terpasangnya foto publikasi diskusi tersebut adalah kesalahan kami. Kami juga siap meminta maaf kepada Pak Busyro,” ujar Aza.

Menyoal penurunan spanduk publikasi tersebut, Aza mengaku tidak memiliki wewenang. Pasalnya, KAMMI bukan penyelengga acara Islamic Book Fair, melainkan hanya diminta penyelenggara untuk mengisi acara. Kewenangan untuk menurunkan spanduk berada di tangan pihak penyelenggara acara.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home