Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 14:01 WIB | Selasa, 16 Januari 2018

TNI dan Polri Kirim Tim Kesehatan ke Asmat

TNI dan Polri Kirim Tim Kesehatan ke Asmat
Satgas Kesehatan TNI KLB Asmat diberangkatkan oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung menggunakan Pesawat Hercules A-1326 dari Bandara Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Senin (15/1). (Foto-foto: Puspen TNI)
TNI dan Polri Kirim Tim Kesehatan ke Asmat
TNI dan Polri Kirim Tim Kesehatan ke Asmat
TNI dan Polri Kirim Tim Kesehatan ke Asmat

TIMIKA, SATUHARAPAN.COM - Tim Bhakti Kesehatan TNI untuk penanggulangan wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Selasa (16/1) siang tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika menggunakan penerbangan pesawat Garuda GA 654 dari Jakarta dan langsung diberangkatkan menuju Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.

Rombongan Tim Bhakti Kesehatan TNI disambut oleh Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dan Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Windarto.

Danrem 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan selaku Dansatgas Penanggulangan KLB Kesehatan di Asmat mengatakan TNI menerjunkan Satgas Kesehatan untuk menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Asmat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Asmat, tercatat sudah 61 anak meninggal dunia akibat KLB campak dan gizi buruk dalam empat bulan terakhir di wilayah itu. Data sementara wabah penyakit yang terjadi di Kabupaten Asmat, terdiri dari 467 anak terkena campak, 487 anak divaksin, 1.052 anak sudah di obati dan mendapat pelayanan medis.

Dikutip dari antarapapua.com, menyikapi bencana kemanusiaan itu, TNI mengerahkan 53 personel dari Mabes TNI ditambah 30 personel dari Kodam XVII/Cenderawasih serta Korem 174/ATW Merauke untuk terlibat langsung dalam operasi penanganan wabah campak dan gizi buruk di Asmat.

"Anggota Satgas yang tiba di Bandara Mozes Kilangin pada Selasa pagi langsung diberangkatkan menuju Kota Agats Asmat lengkap dengan obat-obatan dan bantuan makanan tambahan. Operasi Penanggulangan KLB Kesehatan di Asmat akan berlangsung selama sebulan dengan tiga tahapan," jelas Brigjen Asep.

Jenderal bintang satu itu menegaskan Satgas Kesehatan TNI akan langsung melaksanakan operasi kemanusiaan penanggulangan KLB campak dan gizi buruk bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah begitu tiba di Asmat.

"Anggota Satgas akan disebar ke seluruh Distrik (kecamatan). Pemkab dan Kodim sudah siapakan perahu cepat. Radio panggil (juga sudah kita siagakan di sana untuk mendukung operasi ini," jelas Brigjen Asep.

Pada Selasa pagi, sebanyak 37 anggota Satgas Kesehatan TNI diberangkatkan ke Agats.

Brigjen Asep sendiri langsung turun tangan untuk memimpin operasi tersebut.

Dari jumlah tersebut, terdapat 18 orang dokter spesialis dari Puskes TNI, Puskes TNI AD, Dinas Kesahatan TNI AU dan TNI AL.

Adapun peralatan dan perlengkapan lainnya akan dibawa menuju Asmat menggunakan kapal laut mengingat kapasitas armada pesawat ke Ewer Asmat sangat terbatas.

Polda Papua Kirim Personel

Sementara itu Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli, di Jayapura, melepas tim kesehatan dan bhakti sosial yang akan bertugas di Asmat selama sebulan, pada Selasa (16/1).

Pelepasan tim kesehatan dihadiri GM Pertamina MOR VIII Jayapura Tengku Fernanda berlangsung di Mapolda Papua di Jayapura.

Seusai pelepasan tim yang beranggotakan 30 orang yang terdiri dari tim kesehatan Polda Papua dan tim dinas kesehatan Pemprov Papua langsung diberangkatkan menuju Asmat melalui Timika.

Irjen Boy Rafli mengatakan tim kesehatan yang diterjunkan ke Asmat nantinya akan bergabung dengan tim lain yang sudah dikerahkan terlebih dahulu termasuk dari Mabes TNI dan Kementerian Kesehatan.

Anggota tim dilengkapi dengan berbagai peralatan kesehatan yang dapat digunakan di lapangan termasuk membawa bantuan makanan yang merupakan sumbangan dari BUMN seperti Pertamina Jayapura dan BRI.

Untuk lebih memudahkan tim melakukan pemeriksaan akan dikerahkan empat kapal milik Polair, kata Irjen Pol Boy Rafli yang mengaku belum mendapat data yang falid tentang insiden kekurangan gizi yang menimbulkan korban jiwa.

"Saya belum mendapat data dari dinkes tentang korban yang meninggal baik anak-anak maupun orang dewasa," ujarnya.

GM Pertamina MOR VIII Jayapura Tengku Fernanda secara terpisah kepada kantor berita Antara mengatakan bantuan yang diserahkan melalui Polda Papua merupakan tahap awal karena waktu yang terbatas.

Pertamina juga akan menyiapkan bantuan yang akan didatangkan dari Makassar setelah terlebih dahulu mendapat laporan tentang yang dibutuhkan masyarakat dan saat ini yang dibantu baru berupa makanan tambahan, kata Tengku Fernanda.  (antarapapua.com)

 

Back to Home