Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 17:02 WIB | Sabtu, 30 Juli 2016

Usaha Pemula: Bisnis Pembuat Teka-teki Silang

Ilustrasi. Mengisi teka-teki silang. (Foto: mindthetrap.gr)

SATUHARAPAN.COM - Banyak orang membutuhkan hiburan di saat senggang. Salah satu hiburan yang murah dan disukai banyak orang adalah mengisi teka-teki silang (TTS).

Selain murah, TTS juga dapat menambah pengetahuan kita. Mulai tukang becak sampai orang berkelas menyenangi kegiatan ini.

Berikut beberapa hal yang dapat dijadikan acuan untuk dipersiapkan untuk memulai menjalankan bisnis bidang ini. Satu, kemampuan membuat pertanyaan-pertanyaan yang bisa saling terkait satu sama lain.

Dua, keterampilan membuat desain TTS yang baik.

Tiga, pengetahuan yang memadai mengenai sejumlah informasi yang akan mendukung kualitas pertanyaan yang dibuat.

Empat, kemampuan menawarkan TTS kepada sejumlah media yang memiliki kolom TTS.

Lima, modal yang diperlukan dalam bisnis ini tidak memerlukan biaya tinggi, cukup menggunakan kemampuan berpikir untuk membuat TTS yang baik.

Enam, buku referensi untuk menambah informasi dan pengetahuan dan buku TTS sebagai bahan perbandingan.

Hambatan dan Strategi

Seperti halnya menjalankan bisnis lain, ketika menjalankan usaha ini pun ada beberapa hambatan yang mungkin akan ditemui, di antarannya bisnis ini memerlukan ketangkasan dan kecerdasan.

Oleh karena itu, pastikan mengasah kemampuan berpikir agar menciptakan TTS yang berkualitas dan seru untuk diikuti.

Hambatan berikutnya dalam bisnis adalah memiliki banyak pesaing karena TTS sering dijumpai di berbagai produk media cetak. Oleh karena itu, perlu berusaha melakukan promosi.

Sementara itu strategi menjadi pembuat TTS yang sukses dan berkualitas yaitu memiliki komputer dan printer untuk mengetik, mendesain, dan mencetak TTS. Kemudian membuat contoh-contoh desain TTS buatan dan tawarkan ke berbagai media cetak.

Analisis Bisnis

Analisis bisnis ini hanyalah perkiraan berdasarkan buku "99 Bisnis Anak Muda".

Modal Awal

Peralatan

*Komputer dan printer Rp 3.000.000

*TTS, koran, dan majalah Rp 300.000

*Lain-lain Rp 200.000

Jumlah Rp 3.500.000

Peralatan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.500 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 3.000.000 - Rp 1.500) / 4 = Rp 749.625 per tahun atau sama dengan Rp 62.500 per bulan.

Perkiraan laba/rugi per bulan

10 TTS x Rp 250.000 = Rp 2.250.000

Biaya-biaya

*Penyusutan peralatan Rp 62.500

*Biaya ATK Rp 250.000

*Transportasi Rp 150.000

*Lain-lain Rp 100.000

Jumlah Rp 562.500

Laba bersih

Rp 2.250.000 - Rp 562.500 = Rp 1.687.500

Perkiraan modal kembali

Rp 3.500.000 / Rp 1.687.500 = 2 bulan

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home