Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Francisca Christy Rosana 12:10 WIB | Kamis, 06 Agustus 2015

Warga Jemur Pakaian di Jalur Inspeksi Dimaklumi

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Foto: Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Sejumlah jalur inspeksi di wilayah DKI Jakarta telah diokupasi warga untuk tempat menjemur pakaian, berdagang, dan menggelar aktivitas lain. Seperti di jalur inspeksi kawasan Jalan Pramuka, Jakarta Timur, sebagian warga memanfatkan jalur ini untuk melakukan berbagai aktivitas.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ternyata mengaku telah mengetahui tindakan tersebut. Namun, rupanya mantan Bupati Belitung Timur itu memaklumi tindakan warga yang menjemur pakaian selama tidak menganggu lalu lintas.

“Kalau masih jemuran masih okelah. Memang banyak warga yang memanfaatkan jalur inspeksi di jalur-jalur yang jembatannya belum jadi, dan belum ada jalan tembusnya,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Selama jalur inspeksi belum jadi sepenuhnya, ujar Ahok, warga boleh merentangkan jemurannya di pinggir-pinggir jalur tersebut. Namun, lain untuk pedagang, Ahok mengimbau agar pedagang tak menggelar dagangan di jalur tersebut. Bila jalur inspeksi sebagai jalur alternatif diduduki pedagang, ia khawatir tujuan pembangunan jalan justru tak tercapai.

Selain untuk normalisasi, jalur inspeksi yang dibangun di atas jalur hijau wilayah bantaran kali juga bertujuan untuk mengurai kemacetan dan menawarkan jalur alternatif kepada pengguna jalan. Jalur alternatif yang terdapat di pinggir kali-kali besar di Ibukota ini awalnya diduduki warga untuk permukiman. Dengan upaya penertiban dari pemerintah, warga yang terdampak permukiman akhirnya dipindahkan ke rumah susun (rusun) yang telah disediakan pemerintah.

Berbeda dengan Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menginginkan penertiban terhadap tindak okupasi itu dlakukan secepatnya.

“Saya sudah instruksikan kepada lurah dan Satpol PP untuk segera menertibkan. Pemerintah DKI tidak akan menolerir ada pembiaran seperti itu. Untuk pengawasannya akan kami evaluasi,” ujar Djarot. 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home