Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 13:48 WIB | Sabtu, 13 Juni 2015

Yoga Antigravitasi Marak Digandrungi Warga Jakarta

Yoga Antigravitasi Marak Digandrungi Warga Jakarta
Yoga Antigravitasi yang pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2010 kini mulai digandrungi warga, khususnya di Jakarta, dari yang muda hingga orang tua seperti terlihat pada, Sabtu (13/6) di sebuah kelas Svarga di kawasan Jakarta Selatan. Tampak sejumlah peserta asyik menikmati olahraga seni mengolah tubuh Yoga Antigravitasi yang hampir sebagian besar gerakannya dilakukan di atas lantai dengan melayang di sebuah alat hammock. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Yoga Antigravitasi Marak Digandrungi Warga Jakarta
Ppeserta Yoga Antigravitasi saat melakukan gerakan pemanasan yang digelar di sebuah kelas yang terletak di kawasan Jakarta Selatan.
Yoga Antigravitasi Marak Digandrungi Warga Jakarta
Peserta kelas Yoga Antigravitasi saat melakukan gerakan menggantung di atas hammock dengan posisi terbalik, yang berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
Yoga Antigravitasi Marak Digandrungi Warga Jakarta
Salah satu peserta kelas Yoga Antigravitasi dengan posisi membalikkan tubuh kepala di bawah dan kaki di atas dengan menggunakan alat hammock.
Yoga Antigravitasi Marak Digandrungi Warga Jakarta
Salah satu peserta kelas Yoga Antigravitasi saat melakukan meditasi dengan menggantung di hammock yang merupakan alat yang digunakan dalam yoga.
Yoga Antigravitasi Marak Digandrungi Warga Jakarta
Peserta kelas Yoga Antigravitasi saat melakukan gerakan melayang di atas hammock yang berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
Yoga Antigravitasi Marak Digandrungi Warga Jakarta
Peserta saat melakukan gerakan menggantung di hammock dengan posisi tidur sebagai bagian dari gerakan meditasi Yoga Antigravitasi.
Yoga Antigravitasi Marak Digandrungi Warga Jakarta
Peserta kelas yoga saat melakukan gerakan berdiri di atas hammock sebagai salah satu bagian dari gerakan Yoga Antigravitasi yang hampir sebagian besar dilakukan melayang di atas lantai.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Yoga Antigravitasi mulai digandrungi warga Jakarta. Jenis yoga terbilang baru ini pertama kali masuk ke Indonesia pada 2010 dan sekarang mulai pesat berkembang karena banyaknya kelas khusus yang membuka untuk menekuni jenis olahraga seni mengolah tubuh tersebut.

Ari Wibowo, instruktur dari kelas yoga Svarga yang terletak di kawasan Jakarta Selatan, mengatakan jenis Yoga Antigravitasi pertama kali diciptakan Christopher Harrison asal Amerika Serikat pada 1999 dengan menggunakan alat silk hammock. Pada 2007 Christopher Harrison mulai memperkenalkan ke publik dan sudah membakukan ke dalam kurikulum yang standarnya berlaku di seluruh dunia.

Yoga Antigravitasi hampir sebagian besar gerakannya dilakukan bergantung di atas lantai, berbeda dengan yoga pada umumnya. Setiap gerakan yang dilakukan memiliki fungsi membantu menguatkan otot-otot serta melenturkan dan meningkatkan metobolisme tubuh. Sampai sekarang jenis yoga yang menggabungkan aerial art, pilates, serta senam dan tarian ini mulai ramai diminati warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua, seperti terlihat pada Sabtu (13/6) di salah satu kelas Yoga Antigravitasi di kawasan Jakarta Selatan.

Ari mengatakan idealnya latihan rutin dapat dilakukan selama satu jam seminggu dua sampai tiga kali. Namun, bila ingin melakukannya setiap hari, bisa saja dengan durasi selama 15 menit, ujarnya. Yoga Antigravitasi menjadi salah satu alternatif pilihan bagi semua kalangan warga yang memiliki masalah pada tubuh bagian punggung, atau masalah tidak lancarnya peredaran darah. 

Editor : Sotyati

Back to Home