Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:26 WIB | Rabu, 03 Maret 2021

10 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Tiba di Indonesia

10 juta bahan baku vaksin Sinovac didatangkan dari China tiba di Jakarta hari Selasa (2/3). (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Sebanyak sepuluh juta dosis bahan baku vaksin COVID-19 kembali tiba di Indonesia, hari Selasa (2/3).

Bahan baku vaksin itu berasal dari perusahaan Sinovac, dan tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan penjemputan khusus oleh Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA891.

“Hari ini kita kedatangan sepuluh juta bulk vaccine… materi dasar vaksin yang nanti akan dibuat Bio Farma menjadi vaksin (siap pakai),” kata Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono, yang menyaksikan datangnya bahan baku vaksin tersebut.

 

Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono. (Foto: Satgas)

 

Ini adalah kedatangan kelima setelah sebelumnya pemerintah juga telah mendatangkan baik vaksin siap pakai maupun bahan baku vaksin. Pada kedatangan pertama dan kedua, pemerintah mendatangkan sebanyak 1,2 juta dan 1,8 juta dosis vaksin siap pakai. Kedatangan ketiga dan keempat masing-masing sebanyak 15 juta dan 10 juta dosis bahan baku vaksin.

Sejauh ini, pemerintah telah mendatangkan 38 juta dosis vaksin yang berasal dari perusahaan Sinovac. Vaksin-vaksin tersebut akan digunakan untuk mendukung program vaksinasi massal secara gratis yang menargetkan 181,5 juta masyarakat.

“Bertahap, nanti akan datang 185 juta vaksin yang berasal dari Sinovac,” kata Dante. Bahan baku tersebut akan diolah dan diproduksi lebih jauh oleh BUMN farmasi, PT Bio Farma, yang telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin COVID-19 produksi Sinovac tersebut sebelumnya juga telah menerima izin penggunaan darurat dari BPOM, dan memperoleh fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Selain vaksin dari Sinovac, pemerintah juga telah memperoleh komitmen pengadaan vaksin dari sejumlah perusahaan farmasi lainnya, yakni AstraZeneca dari Inggris, Pfizer-BioNTech dari Jerman dan Amerika Serikat, serta Novavax dari Amerika Serikat yang kesemuanya akan digunakan dalam program vaksinasi pemerintah.

“Kesemua vaksin tersebut akan memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home