Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 05:53 WIB | Selasa, 06 Januari 2015

13 Kristen Koptik Mesir Yang Diculik Dibebaskan

Perang saudara di Libya. Setelah digulingkannya Muammar Gaddafi pada 2011, Libya jatuh dalam kekacauan, dan munculnya kelompok pemberontak dari milisi Islam. (Foto dari Al Ahram).

TRIPOLI, SATUHARAPAN.COM -  Sebanyak 13 orang Kristen Mesir yang diculik di Libya telah dibebaskan, kata seorang pemimpin suku pada hari Senin (5/1) setelah sumber-sumber pemerintah melaporkan mereka diculik oleh militan Islam.

Muftah Marzuq, kepala dewan tetua di kota pesisir, Sirte, Libya, mengatakan bahwa 13 orang itu tidak diculik, tetapi ditahan oleh penyelundup manusia.

"Orang-orang Mesir ditahan oleh kelompok yang berhubungan dengan penyelundupan ilegal manusia, karena perselisihan yang melibatkan uang dan transportasi ke wilayah timur Harawa, Sirte," kata Marzuq.

Berita hilangnya mereka muncul pada hari Sabtu (3/1) ketika sebuah sumber yang dekat dengan pemerintah menuduh kelompok militan Ansar al-Sharia Islam menculik 13 orang Kristen Koptik di Sirte.

Sumber itu mengatakan tujuh orang Kristen Mesir lainnya juga telah diculik dalam beberapa hari terakhir di Libya.

Marzuq mengatakan, tetua kota Sirte menegosiasikan pembebasan 13 orang itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Dia juga tidak menyebutkan tujuh orang lainnya yang diculik.

Ribuan warga Mesir bekerja di Libya, terutama di sektor konstruksi dan kerajinan. Mereka telah dijadikan target penculikan dan pembunuhan oleh kelompok pemberontak setelah negara itu jatuh dalam kekacauan sejak diktator Muammar Gaddafi digulingkan dan dibunuh pada 2011.

Sirte, kota kelahiran Gaddafi, berada dalam  kontrol milisi Islam, termasuk Ansar al-Sharia. Oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bulan lalu  milisi itu dimasukkan dalam daftar organisasi teroris yang terkait Al-Qaeda dan disebutkan menjalankan kamp pelatihan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS).

Lebih dari tiga tahun sejak penggulingan Gaddafi, Libya dibanjiri senjata yang membuat milisi makin kuat, dan memiliki pemerintahan saingan dan parlemen.

Pemerintah yang diakui secara internasional berbasis di timur negara itu sejak aliansi milisi Islam yang didukung Fajr Libya menguasai Tripoli pada bulan Agustus.

Pada bulan Februari, mayat tujuh orang Kristen Mesir yang telah ditembak ditemukan di dekat kota terbesar kedua Libya, Benghazi, wilayah yang juga dikuasai oleh milisi Islam. (Al Ahram)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home