Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 16:07 WIB | Minggu, 27 Desember 2015

160.000 Orang Dievakuasi akibat Banjir di Amerika Latin

160.000 Orang Dievakuasi akibat Banjir di Amerika Latin
Pemandangan saat banjir melanda Kota Falcon, 42 kilometer sebelah barat dari Asuncion, di wilayah perbatasan Paraguay-Argentina. Banjir merusak perayaan Natal di sebagian wilayah Amerika Latin pada Kamis, menewaskan lima orang dan menyebabkan hampir 15 ribu warga mengungsi di Paraguay, Argentina dan Uruguay. AFP PHOTO/Norberto Duarte
160.000 Orang Dievakuasi akibat Banjir di Amerika Latin
Pemandangan saat banjir melanda Kota Falcon, 42 kilometer sebelah barat dari Asuncion, di wilayah perbatasan Paraguay-Argentina. Banjir merusak perayaan Natal di sebagian wilayah Amerika Latin pada Kamis, menewaskan lima orang dan menyebabkan hampir 15 ribu warga mengungsi di Paraguay, Argentina dan Uruguay. AFP PHOTO/Norberto Duarte
160.000 Orang Dievakuasi akibat Banjir di Amerika Latin
Dua orang warga saat melintasi air banjir yang melanda Paraguay sejak sepekan ini. (Foto: AFP)
160.000 Orang Dievakuasi akibat Banjir di Amerika Latin
Para warga saat menyelamatkan barang-barang dari rumah untuk dievakuasi akibat banjir yang melanda di Paraguay selama beberapa hari. (Foto: AFP).

ASUNCION, SATUHARAPAN.COM – Lebih dari 160.000 orang terpaksa keluar dari rumah mereka akibat bencana banjir di Paraguay, Argentina, Brasil, hari Sabtu (26/12). Banjir terburuk dalam beberapa dekade tersebut setidaknya telah menewaskan sedikitnya enam orang, ungkap perwakilan pemerintah setempat.

Daerah yang terkena dampak paling besar dalam sepekan menjelang hari Natal adalah di Paraguay. Empat orang dinyatakan tewas karena tertimpa pohon. Presiden Horacio Cartes menyatakan keadaan darurat untuk mencairkan dana bencana lebih dari 3,5 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar 47,6 miliar Rupiah.

Badai hujan lebat dengan intensitas tinggi akibat fenomena “El Nino” memasaksa 130.000 warga Paraguay meninggalkan rumahnya. Di ibu kota Asuncion, ribuan orang mengalamai pemadaman listrik untuk sementara waktu.

Menurut David Arellano Kepala Operasional National Emergency Secretariat (SEN) mengatakan saat ini personel darurat telah melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi. “Kami tidak dapat mengabaikan ribuan keluarga yang setiap tahun terkena dampak banjir”, kata Presiden Cartes dalam pesan perayaan hari Natal.

Badai El Nino adalah istilah untuk pola cuaca yang dikaitkan dengan periode panas berkelanjutan di wilayah Pasifik tropis timur yang dapat memicu kematian dan iklim ekstrem. (AFP)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home