Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 20:16 WIB | Jumat, 14 Mei 2021

Afghanistan: Bom Meledak di Masjid, 12 Tewas

Keluarga yang berduka setelah serangan bom terhadap sekolah menengah Sayed Ul-Shuhada di Kabul, Afghanistan pada hari Sabtu (8/5), menewaskan lebih dari 90 orang. (Foto: Kiana Hayeri via The New York Times)

KABUL, SATUHARAPAN.COM-Sebuah bom meledak di masjid di ibu kota Afghanistan, Kabul bagian utara ketika warga menjalankan shalat Jumat (14/5) dan menewaskan 12 jamaah, kata polisi Afghanistan.

Juru bicara Ferdaws Faramarz mengatakan imam masjid, Mofti Naiman, termasuk di antara yang tewas, sementara 15 orang lainnya terluka.

Bom itu meledak ketika shalat dimulai. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu, tetapi penyelidikan polisi awal menunjukkan bahwa Imam masjid mungkin menjadi sasarannya, kata Faramarz.

Seorang jamaah di masjid itu, Muhibullah Sahebzada, mengatakan dia baru saja masuk ke masjid saat bom meledak. Dia kaget mendengar suara jeritan, termasuk anak-anak, saat asap memenuhi masjid. Sahebzada mengatakan dia melihat beberapa mayat di lantai masjid dan setidaknya satu anak termasuk di antara yang terluka.

Tampaknya alat peledak itu disembunyikan di dalam masjid di depan mimbar. “Saya takut ledakan kedua, jadi saya segera pulang ke rumah saya” katanya.

Sebuah gambar yang beredar di media sosial menunjukkan tiga mayat tergeletak di lantai masjid, yang menunjukkan kerusakan ringan.

Ledakan itu terjadi pada hari kedua dari gencatan senjata tiga hari yang diumumkan oleh Taliban dan pemerintah Afghanistan yang berperang. Jeda itu untuk merayakan Idul Fitri, setelah sebulan puasa di bulan Ramadhan.

Hingga saat ini terjadi banyak serangan di ibu kota Afghanistan dan telah diklaim oleh kelompok local yang berafiliasi pada ISIS, tetapi baik Taliban maupun pemerintah saling menyalahkan.

Serangan terbaru pekan lalu menewaskan lebih dari 90 orang, banyak dari mereka adalah siswa yang meninggalkan sekolah putri ketika sebuah bom mobil yang kuat meledak. Taliban membantah terlibat dan mengecam serangan itu.

Kekerasan tanpa henti terjadi di negeri itu, ketika Amerika Serikat dan pasukan NATO melanjutkan penarikan terakhir pasukan mereka dari Afghanistan setelah hampir 20 tahun perang. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home