Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 17:11 WIB | Kamis, 28 Juli 2016

Ahok Pamit Heru Sebelum Pilih Parpol

Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta, sekaligus mantan Wali Kota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, hari Kamis (28/7). (Foto: Febriana DH)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta, sekaligus mantan Wali Kota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, mengakui, sebelum Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mendeklarasikan partai politik sebagai kendaraan politiknya dalam pesta demokrasi di DKI Jakarta, Ahok menghubunginya terlebih dahulu.

“Sebelum ke halal bihalal Teman Ahok beliau menghubungi saya via telepon. Berbincang saja,” kata Heru, di Gedung BPKAD, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, hari Kamis (28/) siang.

Dia bersyukur Ahok atas pilihan Ahok tersebut. “Kalau Pak Ahok declare begitu atas kehendak Tuhan YME kita dukung. Alhamdullilah beliu dapat jalan terbaik,” katanya.

Ihwal kabar bahwa Ahok akan ‘meminangnya’ dalam pertarungan di panggung politik terbesar di DKI Jakarta itu, Heru hanya berserah dan menunggu keputusan akhir dari Ahok. Menurutnya, dunia perpolitikan selalu progresif sehingga menghasilkan kader terbaik.

“Kan begini, politik berkembang per hari per menit. Kita lihat nanti. Kita juga masih banyak pekerjaan. Kita lihat saja eskalasi teman-teman disana. Kader partai banyak yang bagus dan berpengalaman. Saya support, tidak masalah,” ujar dia. 

Teman Ahok, dikatakan Heru, juga sempat menghubunginya untuk menanyakan kelanjutannya maju bersama-sama dengan Ahok. “Teman Ahok ada yang menelepon, tapi saya bilang lihat arahan gubernur saja,” katanya.

Dia mengaku mendukung apabila Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, kembali maju bersama Ahok. Ia menyatakan tidak ada yang dirugikan dalam hal ini.

“Selama ini Pak Ahok dengan Pak Djarot bagus-bagus saja kan. Saya dukung gubernur untuk dapat yang terbaik. Saya hanya staff, tidak ada yang dirugikan kok,” tuturnya.

Heru menampik ketika ditanya mengenai pertemuannya dengan partai politik. Ia mengaku hanya sebatas berkomunikasi dengan Ahok. “Tidak berbicara dengan parpol, hanya dengan Pak Ahok saja,” katanya.

Ahok dikabarkan akan ‘meminang’ Heru karena menganggap kinerja Heru baik, sehingga ingin memperbaiki citra Pegawai Negeri Sipil (PNS) di DKI Jakarta yang kuat dengan pemberitaan 'miring'.

Pada hari Rabu malam kemarin, Ahok memutuskan akan maju melalui jalur partai politik. Dia pun membuka kemungkinan berdampingan dengan tokoh lain sebagai calon wakil gubernur, termasuk dengan Djarot yang kini menjadi wakilnya.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home