Loading...
INSPIRASI
Penulis: Reza R.W. Tehusalawany 05:08 WIB | Minggu, 29 Januari 2017

Akar Segala Kejahatan

Cinta uang dapat membutakan mata hati atau mata iman seseorang.
Foto: istimewa

SATUHARAPAN.COM – Kisah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap seorang anggota Mahkamah Konstutusi mengungkapkan bahwa pelaku penyuapan adalah pendeta. Kelihatannya uang mempersatukan kedua oknum religius itu melakukan yang tidak patut.

Uang penting dalam kehidupan. Segala yang kita lakukan biasanya butuh uang. Tidak mungkin kita membayar bakso atau nasi goreng hanya dengan kalimat ”Nanti saya doakan ya, Mas!”

Di atas bukit, Yesus berkata, ”Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Mat. 6:24). Begitu besarnya pengaruh uang atau harta dalam diri manusia, sehingga Sang Guru dari Nazaret terlihat rela ”menyandingkan” Allah dengan Mamon. Manusia disuruh memilih: menyembah Tuhan atau Mamon.

Kepada Timotius, Paulus mengingatkan: ”Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang dan karena memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Cinta kepada uang itulah yang menjerumuskan manusia pada berbagai keinginan yang jahat. Di dalam cinta ada hasrat, ada keinginan. Dan cinta itu dapat membutakan mata hati atau mata iman seseorang.

Tentu semua itu tidak dimaksudkan agar kita menjauhkan diri dari uang. Namun demikian, penting bagi kita untuk memagari diri dengan ”warning” akan pengaruh uang itu. Ya, apakah kita menjadikan uang itu alat atau kita malah diperalat olehnya?

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home