Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 02:05 WIB | Kamis, 02 Juli 2020

Akibat Krisis, Daging Hilang dari Menu Tentara Lebanon Yang Bertugas

Prajurit Lebanon saat parade memperingati 76 tahun kemerdekaan Lebanon di markas Kementerian Pertahanan di tenggara Beirut pada 22 November 2019. (Foto: dok. AFP)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM-Tentara Lebanon menghapuskan daging dari daftar menu makanan untuk tentara yang bertugas, karena harga makanan meroket akibat krisis ekonomi yang semakin mendalam, kata media pemerintah, hari Selasa (30/6).

Lebanon berada dalam pergolakan penurunan ekonomi terburuk sejak perang saudara 1975-1990, dengan kemiskinan melonjak hingga sekarang menimpa sekitar setengah dari populasi negara itu.

Meskipun mata uangnya secara resmi dipatok pada nilai 1,507 pound terhadap dolar AS, kekurangan mata uang telah membuat nilai di pasar gelapnya anjlok hingga lebih dari 8.000 pound per dolar. Akibatnya, harga makanan melonjak setidaknya 72 persen, kata Asosiasi Perlindungan Konsumen non-pemerintah. Harga diperkirakan akan naik lebih lanjut karena mata uang terus tenggelam.

Tentara Lebanon telah "benar-benar menghilangkan daging dari makanan yang ditawarkan kepada tentara saat mereka bertugas," kata Kantor Berita Nasional NNA. Pada hari Selasa, satu kilogram daging domba dijual sekitar 80.000 pound Lebanon (setara US$ 53 atau RP 750.000 pada harga resmi), naik dari 30.000 pound dua bulan lalu.

Harga satu kilogram daging sapi telah melonjak dari 18.000 pound (US$ 12) menjadi lebih dari 50.000 (US$ 33).

Bergantung Impor

Lebanon bergantung pada impor untuk sebagian besar makanannya, tetapi kelangkaan dolar dan anjloknya mata uang lokal telah membuat impor semacam itu mahal dan sulit. Lebanon, juga memiliki utang negara setara dengan 170 persen dari PDB-nya, gagal membayar utangnya pada Maret lalu untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu.

Krisis ekonomi telah memicu berbulan-bulan protes terhadap korupsi pejabat dan sektor perbankan.

Persatuan tukang daging dan peternak sapi mengatakan pada hari Selasa bahwa lebih dari 60 persen toko daging telah tutup dalam beberapa pekan terakhir. Tindakan ini menyalahkan jatuhnya pound dan keputusan oleh bank komersial untuk menghentikan penarikan dolar dan transfer.

Setelah pertemuan pada hari Selasa, serikat pekerja berbicara kepada pihak berwenang, dengan mengatakan: "Anda melepaskan simpanan dolar kami yang terperangkap dari bank atau Anda mendukung sektor peternakan... kalau tidak, kami tidak akan punya pilihan selain menutup sepenuhnya." (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home