Loading...
RELIGI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 22:49 WIB | Senin, 02 Februari 2015

Anggota Sekte Agama Dihukum Mati di Tiongkok

Zang Lidong saat di persidangan Desember 2014. (Foto: An Xin/Imaginechina)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM - Seorang ayah dan putrinya yang menjadi anggota kelompok keagamaan di Tiongkok dieksekusi pada Senin (2/2) setelah memukul seorang perempuan hingga mati di restoran McDonald’s, yang kabarnya terjadi setelah ia menolak upaya mereka untuk merekrut dirinya.

Keduanya berada di antara lima anggota lainnya dari kelompok terlarang kultus Quannengshen yang dihukum karena menyerang perempuan bernama Wu Shuoyan, setelah ia menolak untuk memberi mereka nomor teleponnya.

“Zhang Fan dan Zhang Lidong dihukum mati,” menurut kantor berita nasional Xinhua, Senin (2/2).

Zhang Fan sebelumnya dilaporkan oleh media pemerintah merupakan putri Zhang Lidong.

Quannengshen, yang namanya diterjemahkan sebagai Gereja Tuhan Yang Maha Esa, percaya bahwa Yesus telah bereinkarnasi sebagai seorang perempuan Tiongkok dan mengacu pada Partai Komunis sebagai “naga merah besar.”

Kelompok tersebut dilarang oleh pemerintah pada pertengahan 1990-an.

Tak lama setelah insiden pada Mei 2014, sebuah video online muncul menunjukkan seorang pria mirip Zhang menyerang sambil berteriak “Sialan kau, setan! Pergilah ke neraka!” ketika seorang perempuan berteriak “Bunuh dia! Pukul sampai mati!”

Rekaman berdurasi tiga menit tersebut, yang tampaknya direkam menggunakan ponsel di McDonald’s di provinsi Shandong timur, hanya menampilkan sekilas orang yang diduga sebagai korban.

Tiga lainnya yang dihukum atas serangan itu - termasuk anak Zhang Lidong lainnya- dijatuhi hukuman penjara mulai dari tujuh tahun hingga seumur hidup.

Quannengshen, berasal dari provinsi Henan tengah, percaya bahwa Yesus dibangkitkan sebagai Yang Xiangbin, istri pendiri sekte, Zhao Weishan, menurut laporan Xinhua sebelumnya.
 
Pada tahun 2012, Tiongkok menindak keras kelompok Quannengshen itu, yang menyerukan "pertempuran yang menentukan" untuk membunuh partai Komunis "Red Dragon", dan mengabarkan bahwa dunia akan berakhir pada tahun itu.
 
Faham ini makin berkembang dalam beberapa tahun terakhir, tetapi oleh Partai Komunis ditekan dan beberapa pemimpin sekte dieksekusi. 
 
Tiongkok sebelumnya telah menindak keras kelompok-kelompok yang dianggap “sekte”, terutama gerakan spiritual Falungong, yang dilarang pada akhir 1990-an. (AFP)

BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home