Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 10:01 WIB | Jumat, 12 September 2014

Banjir Besar di India dan Pakistan, Bantuan Terhambat Infrastruktur

Sebuah operasi bantuan besar terus di seluruh India utara dan ke Pakistan menyusul banjir yang telah menewaskan ratusan orang. (foto: cnn)

INDIA UTARA, SATUHARAPAN.COM – Bantuan yang dugulirkan ke India Utara dan Pakistan yang terkena dampak banjir besar beberapa waktu lalu terhambat karena infrastruktur rusak.

Banjir besar ini telah menewaskan ratusan orang serta puluhan ribu lainnya terlantar. Jumlah korban tewas di Pakistan mencapai 257 orang, sedangkan di India mencapai 150 orang. Ratusan korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Ibu kota Kashmir India, Srinagar juga terkena dampak banjir. Penduduk menaiki atap rumah dan mengungsi ke daerah tinggi untuk menunggu bantuan datang. Sementara itu, di kota tua banyak bangunan telah runtuh.

Tentara India di wilayah yang terkena dampak banjir mendirikan penyebrangan sementara untuk mengevakuasi masyarakat yang terhalang ketinggian air. Upaya penyebaran bantuan pun difokuskan di Srinagar dan Kashmir Selatan karena di daerah tersebut bantuan masih minim. Hal ini disampaikan oleh Letjen DS Hooda, Kepala Angkatan Darat India Utara.

Perdana Menteri India Narendra Modi yang mengunjungi daerah banjir pada akhir pekan lalu mengatakan bahwa bencana tersebut merupakan bencana tingkat nasional. Ia akan memberikan bantuan untuk memulihkan jembatan yang rusak akibat banjir dan memperbaiki sistem komunikasi yang terputus akibat hujan yang datang terus menerus.

Modi mengaku, banjir besar ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini adalah bencana yang besar, musim hujan yang mundur telah mendatangkan malapetaka bagi banyak daerah di kedua negara kita,” tuturnya.

Setelah komunikasi sempat lumpuh di Jammu dan Kashmir, kini 90 menara 3G telah dipulihkan. Pada Selasa (9/9), 25.350 orang yang terdampar telah dievakuasi oleh tentara dengan helikopter dan perahu yang disebar di seluruh provinsi.

Tentara India juga telah mempekerjakan media sosial untuk memantau pesan marabahaya agar dapat langsung diteruskan ke tim penyelamat. Sejauh ini, sekitar 7.000 pesan marabahaya telah disampaikan sehingga warga yang terdampar banyak yang dapat segera diselamatkan.

Sementara itu, musim hujan tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda reda setelah empat bulan berlangsung. (cnn)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home