Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 14:46 WIB | Rabu, 11 Januari 2017

Bappenas Dorong Daerah Lakukan Inovasi Kebijakan Ekonomi

Ilustrasi. Pekerja menyelesaikan pembangunan pasar tradisional di Bareng, Malang, Jawa Timur, Selasa (10/1). Pemerintah menargetkan pada tahun 2017 sebanyak 1.000 pasar rakyat akan selesai direvitalisasi dengan total kebutuhan dana mencapai Rp3,7 triliun. (Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong kepala derah terus melakukan inovasi dalam kebijakan publik, terutama dalam kebijakan ekonomi daerah.

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan dalam konteks desentralisasi, pemerintah sudah melakukannya, baik dari sisi politik, administrasi, maupun fiskal. Namun dari sisi desentralisasi ekonomi masih belum dirasakan.

"Tak banyak daerah yang memiliki kebijakan ekonominya sendiri. Kebanyakan hanya ikuti daerah lain atau kebijakan pusat," kata Bambang di Jakarta, hari Rabu (11/1).

Bambang menuturkan, tatkala ia masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, dalam beberapa kesempatan ia ditemui oleh kepala daerah dan isu yang dibawa mereka umumnya sama, yakni masalah kekurangan anggaran.

Sementara itu, ketika ia menjabat sebagai Kepala Bappenas, kepala daerah yang menemuinya meminta diadakan proyek di daerahnya.

Menurut Bambang, hal tersebut wajar saja. Namun, banyak juga kepala daerah yang tidak sering bertemu dengan pemerintah pusat dan justru kepala daerah tersebut memiliki inovasi dalam mengembangkan daerahnya.

"Kami ingin memberikan apresiasi kepada daerah yang memiliki kebijakan ekonominya sendiri sehingga daerah itu tak lagi bergantung pada pusat. Makanya bupati atau wali kota yang inovatif tadi tidak perlu ketemu pemerintah pusat," katanya.

Ia mencontohkan, sejumlah inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah, seperti inovasi layanan kesehatan "Homecare Dottorotta" yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar, Smart City oleh Pemerintah Kota Bandung, dan Smart Kampung oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

"Ini hanya sebagian, saya yakin banyak inovasi yang sudah dilakukan kepala daerah," katanya.

Bambang mengingatkan, dalam melakukan inovasi, pemerintah daerah harus tetap memegang kearifan dan karakteristik lokal agar bisa lebih dipahami masyarakat dan mendorong ekonomi daerah.

"Dalam konteks otonomi daerah, kearifan lokal, inisiatif lokal, dan karakteristik lokal tetap penting," katanya.(Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home