Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 15:02 WIB | Selasa, 13 Januari 2015

Basarnas Sampaikan Total BBM dalam Evakuasi QZ 8501

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI FHB Soelistyo menyampaikan perkembangan terkini musibah pesawat AirAsia QZ8501 di kantor Basarnas, Jakarta. (Foto: dok/Ant)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengaku belum bisa melaporkan total dana yang digunakan dalam evakuasi AirAsia QZ 8501, sebab sampai saat ini evakuasi masih berlangsung untuk menemukan korban Cockpit Voice Recorder blackbox.

Ia hanya menyampaikan total penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang sejauh digunakan seperti solar 2.223.000 liter, avtur 179.118, premium 3.000 liter, serta makanan selama evakuasi. Namun untuk data rinci dirinya belum bisa memberi informasi.

"Untuk lebih detailnya bisa kami informasikan setelah proses evakuasi selesai pak ketua," ujar Soelistyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, di Ruang Rapat Komisi V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/1).

Selanjutnya ia menceritakan tantangan berat yang dihadapi dalam evakuasi AirAsia QZ 8501 yang jatuh pada Minggu (28/12) lalu. Bahkan, Soelistyo mengatakan beberapa tim SAR dari Australia dan Prancis sempat hilang, karena kapalnya terhantam ombak besar saat proses evakuasi.

"Kapal mereka rusak terhantam ombak besar. Dua orang sempat hilang dari Australia dan Prancis, kami sempat berpikir bila hilang bagaimana, tapi untungnya alhamdulillah kami melihat dua orang itu terapung-apung," kata Soelistyo.

Selesai memapaparkan hal tersebut, Soelistyo meminta izin Ketua Komisi V DPR untuk meninggalkan rapat, sebab memiliki janji dengan keluarga korban Air Asia di Surabaya terkait perkembangan pencarian.

"Saya hari ini ada janji bertemu keluarga korban AirAsia QZ 8501 untuk menyampaikan perkembangan operasi dan gambaran. Saya pesawat jam 1 siang," kata dia.

Setelah minta izin untuk meninggalkan Ruang Rapat Komisi V DPR, Ketua Komisi V DPR memberi syarat Kepala Basarnas itu sebelum meninggalkan ruang rapat, dengan syarat menjawab satu pertanyaan tekait tenggang waktu operasi pencarian.

"Coba bisa dijelaskan pak Soelistyo, sebelum pamit," tutur Fary.

Pencarian Tergantung Realitas

Soelistyo pun dengan lantang menjelaskan bahwa pencarian tidak akan berlangsung selamanya. Namun pihak Basarnas akan terus melakukan pencarian selama kondisi cuaca disana memungkinkan.

"Selama realitas memungkinkan kita akan terus melanjutkan," kata dia.

Usai mendapat jawaban dari Soelistyo, akhirnya Ketua Komisi V DPR mengizinkan Ketua Basarnas meninggalkan rapat. "Kepala Basarnas akan menemui keluarga korban di Surabaya. Jadi saya silakan," ujar Ketua Komisi V DPR.

Namun saat Kepala Basarnas bergegas  menjabat tangan dengan Ketua Komisi V DPR untuk pamit, tiba-tiba anggota Komisi V DPR dari Fraksi Hanura, Miryam Suryani menginterupsi untuk memberikan cinderamata sebuah syal kepada Kepala Basarnas atas kinerjanya yang sangat maksimal dalam pencarian.

"Sebentar pak, saya ada kenang-kenangan syal, ini apresiasi kita kepada bapak karena telah mati-matian bekerja," kata Miryam yang langsung disambut tepuk tangan peserta rapat.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home