Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 09:02 WIB | Jumat, 06 Desember 2013

Beijing, Kota Termahal Kedua di Asia

Beijing. (Foto: Ist)

SINGAPURA, SATUHARAPAN.COM - Beijing merupakan kota dengan biaya hidup paling mahal kedua di Asia bagi para warga asing. Ibu kota China ini melonjak dari peringkat kelima pada tahun lalu.

Sementara Tokyo masih memuncaki peringkat tersebut meski yen melemah secara drastis, ungkap sebuah survei pada hari Kamis (5/12).

Tokyo tergeser sebagai kota termahal di dunia oleh ibu kota Venezuela, Caracas, yang jatuh secara global ke posisi kesepuluh karena mata uang Jepang melemah, menurut survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultasi manajemen ECA International.

“Pemerintah China memungkinkan mata uangnya, reminbi, mengapresiasi dolar AS dan harga makanan dan minyak di China yang telah meningkat. Namun peningkatan Beijing dalam peringkat tersebut sebagian besar karena biaya hidup di beberapa lokasi di Jepang menjadi lebih murah, karena yen melemah,” kata Lee Quane, direktur regional ECA untuk Asia.

Dolar dalam perdagangan saat ini sekitar 102 yen (sekitar Rp 11.973) dari 80 yen (sekitar Rp 9.390) pada tahun lalu.

“Namun demikian, biaya hidup di beberapa lokasi di China meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menjadikan China kawasan yang lebih mahal ketimbang negara tetangga, terutama bagi perusahaan yang ingin mendirikan usaha di wilayah tersebut,” tambah Quane dalam sebuah pernyataan. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home