Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 14:49 WIB | Senin, 20 Juni 2016

Belgia Tahan 12 Orang Diduga Hendak Teror PE 2016

Ilustrasi: Penumpang melewati pemeriksaan keamanan di tenda sementara di Bandara Internasional Zaventem di Brussels, Belgia, hari Minggu (3/4). Bandara dibuka kembali namun hanya melayani tiga penerbangan dalam zona Uni Eropa. (Foto: xinhuanet.com/ Ye Pingfan)

BRUSSELS, SATUHARAPAN.COM – Kepolisian Belgia menahan 12 orang yang diduga kuat  mempersiapkan serangan ke salah satu kota penyelenggara Piala Eropa (PE) 2016.

Menurut Jaksa Federal Brussels, hari Sabtu (18/6) Kepolisian Belgia telah menginterogasi lebih dari 40 orang yang diduga terkait aksi ekstremisme. Namun tidak ditemukan senjata dan bahan peledak.

Kepolisian Belgia telah menerima peringatan sedikitnya terdapat beberapa peleton dari kelompok ekstremis Islamic State Iraq and Syria (ISIS)  yang meninggalkan Suriah dan merencanakan melakukan serangan di Belgia dan Perancis pada PE 2016. “Kami memiliki bukti yang diperlukan untuk menangani perkara ini  segera,” kata jaksa federal dalam sebuah pernyataan.

Operasi anti terorisme dilakukan di 16 daerah di Belgia, antara lain Brussels,  Molenbeek St Jean, Schaerbeek, Anderlecht, Koekelberg, Sint Agatha Berchem, Evere, Forest, Watermael Boitsfort, Ganshoren, Zaventem, Ninove, Wemmel, Fleurus Tubize dan Liège.

Sejak ledakan ganda di Bandar Udara Zaventum dan Stasiun Maelbeek di Brussels, ibu kota Belgia beberapa bulan lalu, kepolisian melakukan pengamanan berlipat ganda.

Beberapa bulan lalu, Wakil Komisi Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Giancarlo Abete, mengemukakan aksi terorisme di ibu kota Belgia, Brussels berjanji tidak takut terhadap aksi ekstremisme yang terjadi di Paris pada November 2015.

Abete menyatakan UEFA tidak akan  membatalkan penyelenggaraan kejuaraan sepak bola antar negara di Eropa tersebut karena Piala Eropa merupakan  perhelatan yang tak bisa ditunda atau dijadwalkan ulang.

Abete menjelaskan aksi terorisme di Paris beberapa waktu lalu sempat menjadi kekhawatiran, namun perhelatan sepak bola antar negara Eropa tersebut tidak akan ditunda. “Kita tak bisa menutup peluang bermain walau kita tak mengesampingkan terorisme,” kata Abete.

Abete mengemukakan antusiasme sepak bola masih tinggi di Eropa, walau ada perasaan duka cita bagi negara-negara yang telah menjadi korban terorisme. (rt.com/euronews.com).

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home