Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 05:56 WIB | Jumat, 04 November 2016

Budaya, Cara Mengamalkan Islam dengan Indah

Novelis religi Habiburrahman El-Shirazy (kiri) di AICIS 2016. (Foto: kemenag.go.id)

LAMPUNG, SATUHARAPAN.COM – Penulis novel religi, Habiburrahman El-Shirazy, mengatakan budaya merupakan cara untuk mengamalkan Islam dengan indah.

"Islam masuk ke nusantara dengan budaya yang cantik. Melalui gerakan budaya, Islam dapat berkembang dengan sangat cepat dan pesat di nusantara,” kata Habiburrahman El-Shirazy pada salah satu forum akademik AICIS (Annual International Conference Islamic Studies) 2016 yang mengangkat tema "Current Challenges of Indonesia and Malay Islam in the Modern World", di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung, Rabu (2/11).

Habiburrahman El-Shirazy menyebut Indonesia, Malaysia, Brunei, Filipina Selatan, Thailand Selatan, sebagai bagian dari nusantara.  

Pemateri lain dalam forum tersebut yakni  Prof. Thomas Lindgren (Swedia), Dr. Kevin Fogg (Oxford University), dan Pengiran Mahani binti Pengiran Haji Ahmad (Brunei Darussalam).

Menurut pria yang biasa dipanggil Kang Abik ini para ulama nusantara dahulu sangat sadar akan budaya.

Dia merasa yakin budaya tidak akan menjadi penghalang bagi pengamalan Islam. Bahkan menurut dia, makin seseorang paham akan Islam, makin pandai ia menyikapi budaya dengan baik. “Budaya justru menjadi wasilah untuk mengamalkan Islam dengan indah,” kata dia.

Kang Abik mengapresiasi tema  AICIS tahun 2016, “The Contribution of Indonesian Islam to The World Civilization”. Dia melihat jika dilihat dari sisi budaya, Indonesia  yang memilki Islam Indonesia sangat kaya akan kearifan lokal yang perlu diperkenalkan ke dunia internasional.

"Saat ini ketika orang bicara tentang 'dunia timur', asosiasinya adalah Tiongkok,  Jepang, atau India. Karena hanya mereka yg punya filsuf-filsuf," kata Kang Abik. Padahal menurutnya, banyak ulama Indonesia memiliki banyak manuskrip yang bernilai filosofis dan tidak kalah kelas.

Kang Abik menyebut beberapa tokoh ternama antara lain Syeikh Hamzah Fansuri dan muridnya Syeikh Syamsuddin Al-Sumatrani, serta Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang merupakan deretan pujangga Islam yang sangat populer di abad 16 dan 17. 

“Mengkonsumsi karya sastra mereka adalah mengkonsumsi Islam Indonesia,” kata dia. (kemenag.go.id)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home