Loading...
SAINS
Penulis: Martahan Lumban Gaol 14:06 WIB | Rabu, 04 Maret 2015

Budi Pekerti dan Pancasila Solusi Stop Kekerasan di Sekolah

Ilustrasi. (Foto: Dok. satuharapan.com/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Ketua Komisi X Ridwan Hisjam mengatakan solusi untuk menghentikan tindak kekerasan terjadi di sekolah adalah menjadikan pelajaran budi pekerti dan pancasila sebagai dasar kepada anak-anak di Indonesia.

“Pelajaran budi pekerti dan pancasila harus menjadi kurikulum dasar bagi anak-anak di Indonesia,” kata Ridwan kepada satuharapan.com, di Jakarta, Rabu (4/3).

Menurut dia tindak kekerasan fisik yang dilakukan di sekolah itu sangat bertentangan dengan budaya nusantara. Oleh karena itu, ia mengharapkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dapat memberi perhatian mendalam mengenai masalah ini.

“Sesuai dengan program Nawa Cita dan revolusi mental yang diusung oleh Presiden Joko Widodo,” kata Ridwan.

Ia kembali menegaskan agar pemerintah menjadikan pelajaran budi pekerti dan pancasila sebagai pelajaran dasar di semua tingkat pendidikan. Sebab, dengan menetapkan hal tersebut, otomatis para pengajar akan menaati dan melaksanakan aturan tersebut.

Sebelumnya, sebuah riset yang dilakukan oleh LSM Plan International dan International Center for Research on Women (ICRW) mendapati bahwa 84 persen anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah, angka ini lebih tinggi dari tren di kawasan Asia yaitu 70 persen.

Riset yang dirilis awal Maret 2015 itu dilakukan di lima negara Asia, yaitu Hanoi (Vietnam), Siem Reap (Kamboja), Distrik Sunsari (Nepal), Distrik Umerkot (Pakistan), Jakarta dan Kabupaten Serang (Indonesia).

Survei dilakukan pada Oktober 2013 hingga Maret 2014 dengan melibatkan 9.000 siswa usia 12--17 tahun, guru, kepala sekolah, orang tua, dan perwakilan LSM.

Berdasarkan survei, Pakistan adalah negara dengan angka kekerasan di sekolah yang paling rendah di kawasan Asia, yaitu 43 persen.

Siswa di Indonesia 51 persen mengaku pernah menyaksikan tindakan kekerasan di sekolah. Angka di Pakistan sangat rendah, yaitu hanya 5 persen.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home