Loading...
INDONESIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 18:00 WIB | Senin, 07 Oktober 2013

Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah

Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Debby Widjaja, seorang novelis muda sedang menceritakan pengalamannya tentang tujuan hidup (passion). (foto-foto: Diah A.R)
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Satu jam sebelum acara dimulai, para peserta seminar telah memadati area sekitar seminar untuk daftar ulang.
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Britany, wakil dari Merry Riana Campus Ambassador sedang memberikan penjelasan tentang MRCA.
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Dua orang peserta mendapatkan bingkisan dari sponsor karena berhasil menjawab pertanyaan dari MC.
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Thomas Sugiarto, memberikan penjelasannya tentang buku Big Dream! Make It Happen!
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Merry Riana datang dari belakang panggung setelah MC berhasil menipu para peserta dengan mengatakan Merry Riana datang dari antara penonton.
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Beberapa peserta yang datang bukan hanya dari Jakarta saja tapi juga dari Malang dan Bengkulu.
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Para peserta tampak antusias mengikuti instruksi yang diberikan oleh Merry Riana.
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Para peserta sedang menuliskan mimpi sejuta dolar-nya pada selembar kertas.
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Salah satu peserta diminta untuk mendeklarasikan mimpi sejuta dolarnya.
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Diperkirakan 800 peserta yang hadir dalam seminar You Can Dream It! You Can Get It!
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Di akhir acara, Debby Widjaja dan Merry Riana mendapatkan plakat dari Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara.
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Merry Riana mendapat sebuah hadiah buku dari Thomas Sugiarto.
Buku Follow @MerryRiana: Temukan Passion dan Berani Melangkah
Sesi foto dan tanda tangan.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menemukan passion atau tujuan hidup sangat sulit  bagi seseorang. Bahkan, tidak jarang pula ada yang menjalani hidup dengan biasa-biasa saja atau tidak mempunyai gol dalam hidupnya. Namun tidak demikian dengan Debby Widjaja, seorang novelis muda yang memiliki passion menulis dalam hidupnya dan berani meninggalkan zona nyaman untuk meraih impiannya tersebut.

Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara dan Merry Riana Campus Ambassador (MRCA) mengadakan acara seminar "You Can Dream It, You Can Get It" di Universitas Tarumanegara Gedung M lantai 8. Acara ini diadakan pada 4 Oktober 2013. Dimulai pada pukul 14.00 sampai dengan 17.00. Para peserta seminar pun sudah mulai memadati arena auditorium gedung M lantai 8 tersebut mulai dari pukul 13.45 untuk registrasi daftar ulang.

Auditorium gedung M yang berkapasitas kurang lebih dari 1.000 orang tersebut dipadati oleh para peserta seminar satu jam sebelum acara dimulai. Ada dua kategori peserta yaitu VIP dengan membayar tiket sebesar Rp 150 ribu berhak mendapatkan sesi foto dan tanda tangan. Kategori lainnya adalah peserta reguler dan mahasiswa dengan membayar tiket sebesar Rp 75 ribu dan Rp 50 ribu.

Seminar ini dibagi menjadi empat sesi yang dibawakan oleh empat pembicara yaitu Debby Widjaja, wakil MRCA, Thomas Sugiarto dan Merry Riana.

Siapa Debby Widjaja?

Di sesi pertama ini Debby Widjaja  membagikan pengalaman pribadinya bagaimana ia menemukan dan meraih passion atau tujuan hidupnya. Awalnya Debby Widjaja adalah seorang lulusan fakultas psikologi dengan indeks prestasi mencapai 3,9 dengan predikat lulusan terbaik. Sampai akhirnya dia diterima bekerja di salah satu perusahaan multinasional yang terkenal dengan tawaran gaji yang tinggi.

Namun, dengan karier tersebut ia tidak mendapatkan kebahagiaan dan mulai menemukan titik jenuhnya. Ia menyadari bahwa pekerjaan tersebut bukanlah hasrat atau tujuan hidup yang ia inginkan. Yang diinginkan dalam hidupnya adalah menulis. Menulis menjadi hobinya sejak masa kanak-kanaknya hingga sekarang. Akhirnya, Debby memutuskan suatu keputusan yang besar dalam hidupnya yaitu keluar dari perusahaan besar tersebut dan mulai lagi menulis dan bergabung dengan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang “gift”.

Novel Follow @MerryRiana yang ia rilis kali ini tidak jauh dari kisah kehidupannya. Ia ingin membagikan kepada para pembacanya bahwa ketika seseorang telah menemukan hasratnya maka kehidupan orang tersebut mulai berubah dan menemukan kebahagiaan sejati.

Lima Langkah Penghambat Impian

Dalam seminar singkatnya, ia mengungkapkan ada lima hal yang menghambat seseorang untuk menggapai impiannya,yaitu:

  1. Terlalu sibuk mengejar impian orang lain. Terkadang kita mengukur kebahagiaan dari orang lain yang sudah memiliki karir yang baik, keluarga yang bahagia, maupun keinginan orangtua yang harus kita penuhi.  Hal-hal itulah yang terkadang membuat seseorang terhambat bahkan tersesat dalam menggapai impiannya. Kita harus menjadi diri sendiri dan menemukan impian kita.
  2. Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Setelah menemukan impian, seseorang harus berani melangkah. Langkah pertama tidak selalu langsung sukses. Tapi hal itulah yang akan membuat seseorang semakin kuat. Jika benar-benar tidak tahu apa yang dilakukan, mulailah bertanya kepada orang yang sudah berpengalaman  dan sukses dalam mengejar dan meraih impian yang sama.
  3. Takut gagal. Kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang tidak mau mencoba. Ketika melakukan perubahan besar, setidaknya seseorang harus memperhitungkan kemungkinan kegagalan itu terjadi lalu catat ketakutan kita dan pikirkan apa yang selanjutnya terjadi ketika ketakutan itu terjadi.
  4. Takut setelah impian tercapai ternyata tidak seindah yang dibayangkan.
  5. Malas. Ini adalah hal yang paling menghambat dari keempat poin diatas.

Dalam wawancara singkat setelah acara dengan Debby Widjaja, ia menyatakan kebahagiaannya setelah menyelesaikan novel ketiganya. “Saya sangat senang sekali bisa menyelesaikan novel ini setelah tiga tahun vakum dalam menulis. Pada akhirnya novel ini terbit akhirnya saya bisa termotivasi untuk menulis novel kembali dan rencananya novel keempat akan terbit di bulan November mendatang,” ujarnya kepada reporter satuharapan.com.

Ia mengungkapkan kesulitannya dalam menulis novel kali ini adalah membagi waktu antara bekerja dan menulis. Biasanya setelah pulang kerja jam delapan malam ia langsung mulai menulis. Bahkan, di akhir minggu ia pun menulis.

Saat ditanya seberapa jauh sosok Merry Riana mempengaruhi hidupnya sehingga ia menulis novel ini ia mengungkapkan bahwa Merry Riana sangat menginspirasi banyak hal. Tidak hanya motivasi tetapi juga determinasi dan disiplin dalam menjalankannya.

Ia juga menyatakan bahwa untuk keluar dari zona nyaman itu sangat sulit. Selain keberanian, goal atau tujuan juga harus diperhatikan untuk melompat dalam artian menggapai mimpi kita. Pasti tidak mudah menghadapi dunia yang baru karena akan ada banyak tantangan dan kesalahan. “Tapi kita harus tetep keep going,” pungkasnya.

Editor : Bayu Probo

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home