Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 18:01 WIB | Minggu, 18 Oktober 2015

Calon Walikota di Jerman Ditikam di Leher karena Membela Pengungsi

Henriette Reker, calon walikota Cologne, Jerman dari jalur independen, ditikam di leher oleh seorang yang menentang kebijakannya yang pro pengungsi. (Foto: cnn.com)

COLOGNE, SATUHARAPAN.COM - Seorang calon walikota di Jerman ditikam di leher di tempat terbuka di sebuah pasar. Tersangka kemudian ditangkap dan mengatakan kepada polisi bahwa tindakannya dipicu oleh sikap intoleransi etnis.

Media-media Jerman melaporkan, tersangka berkata kepada petugas tentang ketidaksetujuannya pada kebijakan liberal si calon walikota tersebut terhadap pengungsi dan mengeritik pemerintahan Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Kendati terjadi penikaman,  pemilihan walikota di kota Cologne, di bagian barat Jerman, akan tetap berjalan seperti yang direncanakan, yaitu pada hari Minggu (18/10), seperti yang sudah direncanakan. Korban penikaman tersebut,  Henriette Reker, diharapkan akan sembuh dan maju sebagai calon dari jalur independen.

Empat orang lainnya menderita luka-luka dalam serangan itu, dan tersangka laki-laki yang berusia 44 tahun ditangkap di pasar.

Polisi mengatakan mereka percaya ia bertindak sendirian. Dia membawa dua pisau, salah satunya pisau tempur.

Majalah berita Der Spiegel melaporkan  bahwa tersangka pelaku penikaman atas Reker memiliki rekam jejak melakukan kontak dengan kelompok-kelompok neo-Nazi dan dengan setidaknya satu aliran kanan yang telah dilarang.

Reker adalah kandidat walikota yang pro pengungsi. Dia menganggap kehadiran pengungsi merupakan nilai tambah bagi Jerman.

"Ketika saya berbicara tentang pengungsi, saya tidak berbicara tentang tindakan putus asa dan beban tapi  potensi dan peluang," kata dia dalam sebuah pernyataan belum lama ini.

Kota Cologne selama ini memiliki reputasi sebagai kota yang ramah terhadap keragaman. Platform kampanye Reker juga secara serius mengangkat hal ini.

Di situs resminya, Reker menyebut bahwa Cologne adalah kota dengan banyak warna. Dia berjanji akan mempromosikan kesempatan dan penghargaan yang sama kepada warga kota, tanpa memandang latar belakang etnis, agama dan jenis kelamin. (cnn.com)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home