Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 12:53 WIB | Sabtu, 26 Oktober 2019

Cuaca Panas Masih Berpotensi Terjadi Sepekan ke Depan

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin berbicara tentang suhu panas dalam temu media di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jakarta, Jumat (25/10/2019). (Foto: Antara/Katriana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca panas masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan.

“Hingga tujuh hari ke depan suhu tinggi masih berpotensi terjadi, terutama di Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab di Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Ia mengatakan, kondisi suhu yang tinggi hingga cuaca terasa sangat panas tersebut lazim terjadi di periode akhir musim kemarau.

Penyebab cuaca panas tersebut karena posisi semu matahari saat ini sedang berada di sekitar equator, sehingga pemanasan dari sinar matahari maksimal.

Saat ini juga, massa udara yang berada di atas Indonesia, khusus bagian selatan Indonesia berasal dari selatan yaitu Australia yang bersifat kering dan panas.

Massa udara yang kering dan panas tersebut menyebabkan sulitnya pertumbuhan awan. Karena awan minim (langit cerah), maka pemanasan dari sinar matahari langsung diterima bumi tanpa terhalang awan sehingga suhu makin naik.

Seperti diketahui pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga Desember 2019.

Sehingga pada Oktober, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan yaitu Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagainya.

BMKG mencatat dalam 24 jam terakhir suhu tertinggi yang diamati BMKG tercatat 38,8 derajat celcius di Jatiwangi Cirebon. Bahkan pada 24 Oktober 2019 suhu 39,6 derajat celsius tercatat di daerah Ciputat, Jakarta Selatan. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home