Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 09:06 WIB | Rabu, 31 Maret 2021

Denmark Pertimbangkan Pulangkan Anak-anak ISIS dari Suriah

Para perempuan mengasuh anak-anak di kamp Al-Hol yang dikelola Pasukan Kurdi untuk para pengungsi di mana keluarga pejuang asing ISIS ditahan, di Provinsi Al-Hasakeh di timur laut Suriah, pada 17 Oktober 2019. (Foto: dok. AFP)

KOPENHAGEN, SATUHARAPAN.COM-Pemerintah Denmark mengatakan pada hari Selasa (30/3) bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memulangkan anak-anak ekstremis asal Denmark yang bergabung dengan ISIS di Suriah.

Ini perubahan di Denmark, sementara banyak negara Eropa masih bergulat dengan apa yang harus dilakukan terhadap warga mereka yang menjadi anggota kelompok teroris, terutama bergabung dengan ISIS, dan ditahan di Suriah.

Kopenhagen mengumumkan telah membentuk komisi untuk mempelajari kondisi anak-anak yang berpotensi kembali ke Denmark "secepat mungkin", kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah prihatin dengan risiko radikalisasi jika anak-anak itu mendekam di kamp-kamp yang dikuasai Kurdi di Suriah. Namun komisi itu akan mempresentasikan kesimpulannya pada 15 Mei mendatang.

Disebutkan bahwa sebanyak 19 anak warga negara Denmark saat ini berada di kamp Al-Hol dan Roj di Suriah.

Pemerintah yang dipimpin Sosial Demokrat di Denmark sampai sekarang dengan tegas menentang pemulangan mereka, tetapi mayoritas anggota parlemen bersikeras untuk mengubah posisinya, karena situasi kemanusiaan di kamp-kamp dan risiko radikalisasi.

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan 49 persen orang Denmark menentang pemulangan anak-anak berusia satu hingga 14 tahun.

Pada pertengahan Maret, organisasi "Repatriate the Children" telah mengajukan pengaduan ke polisi terhadap pemerintah, dengan mengatakan hal itu "membahayakan nyawa anak-anak."

“Situasi di kamp terus memburuk. Kondisi keamanan dan kesehatan buruk, dan terdapat kurangnya layanan dasar, termasuk obat-obatan, perawatan kesehatan dan air minum,” kata kementerian itu.

“Ini mempengaruhi anak-anak, yang berbeda dengan orang tua mereka tidak bertanggung jawab atas situasi mereka saat ini, terutama yang dalam sulit besar.”

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, sementara itu menegaskan dalam beberapa hari terakhir bahwa orang tua mereka tidak akan dipulangkan. “Kami masih berpendapat bahwa mereka yang meninggalkan Denmark tidak boleh dibantu oleh pemerintah Denmark, atau siapapun, untuk kembali ke Denmark,” katanya.

Sekitar 43.000 orang asing saat ini ditahan di timur laut Suriah, dengan para pria ditahan di penjara dan perempuan serta anak-anak ditahan di kamp-kamp, ​​menurut Human Rights Watch. Dari jumlah itu, sekitar 27.500 adalah anak di bawah umur dari para jihadis asing.

Negara-negara Eropa telah mengambil sikap berbeda tentang masalah ini. Belgia mengatakan pada awal Maret akan melakukan yang terbaik untuk memulangkan sekitar 30 anak Belgia dari Suriah. (AFP)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home