Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 07:23 WIB | Sabtu, 21 Oktober 2023

Di KTT ASEAN-GCC, Jokowi Bawa Isu Kerja Sama Ekonomi Yang Terbuka dan Adil

Presiden Joko Widodo menghadiri sesi pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-GCC (Gulf Cooperation Council) yang digelar di Riyadh, pada Jumat, 20 Oktober 2023. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM-Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ASEAN dan GCC perlu maksimalkan potensi ekonomi melalui investasi dan perdagangan yang berimbang, terbuka dan adil, termasuk dengan membentuk kerangka perdagangan ASEAN-GCC.

Jokowi menghadiri sesi pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-GCC (Gulf Cooperation Council) yang digelar di Riyadh, pada hari Jumat, 20 Oktober 2023. Dalam pidatonya, Kepala Negara menyampaikan sejumlah isu, salah satunya di bidang ekonomi.

Jokowi juga menyinggung tentang pembangunan industri, pengakuan sertifikasi halal serta pengembangan wisata halal, serta isu di bidang ketahanan pangan dan energi.

Menurut Jokowi, keamanan rantai pasok pangan perlu terus dijaga melalui kerja sama teknologi pertanian dan pangan serta penyelarasan standar komoditas pertanian.

“Ketahanan sektor energi perlu kita perkuat melalui kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan untuk mempercepat transisi energi,” kata Presiden.

Isu lainnya adalah terkait perlindungan pekerja migran. Presiden menegaskan komitmen ASEAN untuk meningkatkan perlindungan bagi para pekerja migran di tengah situasi global saat ini yang dinilai tidak menentu.

“Saya mohon dukungan negara-negara GCC,” kata Presiden.

Presiden kembali menegaskan bahwa tindak kekerasan harus dihentikan dan isu kemanusiaan harus menjadi prioritas saat ini. ASEAN dan GCC harus bersama-sama mencegah agar kondisi tidak semakin memburuk dan tidak melupakan bahwa akar masalahnya adalah pendudukan wilayah Palestina oleh Israel.

“Ini yang harus diselesaikan sesuai dengan parameter internasional yang telah disepakati. Di mana posisi ASEAN dan GCC harus jelas dan solid untuk mendukung solusi perdamaian yang adil dan langgeng di Palestina,” kata Presiden.

Presiden juga menyebut bahwa ASEAN dan GCC adalah dua kekuatan besar yang akan terus tumbuh. Berdasarkan data, saat ini PDB ASEAN dan GCC mencapai lebih dari lima triliun USD dan populasi mencapai lebih dari 700 juta jiwa.

“Ini adalah modal besar bagi kita untuk memainkan peran strategis sebagai kekuatan positif di tengah kondisi dunia yang terbelah,” katanya.

Indonesia mengapresiasi aksesi seluruh anggota GCC terhadap Traktat Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN sebagai komitmen negara teluk untuk mendukung perdamaian di Asia Tenggara dan kawasan Indo-Pasifik.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home