Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 22:45 WIB | Jumat, 03 Oktober 2014

Dialog Refleksi Persoalan HAM Masa Lalu

Dialog Refleksi Persoalan HAM Masa Lalu
Dialog Refleksi Persoalan HAM Masa Lalu: Solusi untuk Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla digelar oleh Gerakan Pemuda Ansor di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/10). Hadir sebagai narasumber Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Nusron Wahid (kanan), Andi Widjojanto (tengah) dan Robertus Robert (kiri) yang masing-masing memberikan solusi terhadap persoalan para korban tindak kekerasan dan HAM di masa lalu. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Dialog Refleksi Persoalan HAM Masa Lalu
Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Nusron Wahid sebagai narasumber dia mengatakan bahwa pemberian maaf Negara kepada para korban pelanggaran HAM di masa lalu diperlukan namun tidak melupakan.
Dialog Refleksi Persoalan HAM Masa Lalu
Deputi Tim Transisi Jokowi - JK Andi Widjojanto saat memberikan pandangan yang mengatakan Negara harus meminta maaf kepada seluruh korban pelanggaran HAM di masa lalu.
Dialog Refleksi Persoalan HAM Masa Lalu
Robertus Robert
Dialog Refleksi Persoalan HAM Masa Lalu
Suasana dialog di kantor Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Negara kemungkinan besar terlibat dalam setiap kejadian pelanggaran hak azasi manusia. Pendapat itu dikatakan oleh Andi Widjojanto Deputi Tim Transisi Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam acara dialog bertajuk “Refleksi Persoalan HAM Masa Lalu: Solusi untuk Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla“ di kantor Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).

Ketua Umum Gerakan Pemuda Pusat Ansor Nusron Wahid, Robertus Robert dan Agus Sunyoto hadir dalam dialog memberikan pandangan terhadap para korban pelanggaran HAM di masa lalu.

Nusron mengatakan korban yang selama ini dianggap ikut terlibat dalam gerakan komunis atau paham terhadap komunis mestinya dimaafkan namun tidak dilupakan.

Sementara Andi Widjojanto mengatakan pihaknya selama ini telah menerima sejumlah laporan kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu.

Mengenai solusi apa yang nantinya bisa dilakukan oleh pemerintahan Jokowi dan JK terhadap kasus tersebut, Andi mengatakan pemerintah ke depan akan mencoba mencari bukti serta penelusuran untuk merangkai sebuah kebenaran.

Menurut Andi solusi yang sama juga dilakukan Afrika Selatan dengan membentuk sebuah tim untuk mengungkap fakta kasus pelanggaran HAM yang terjadi di sana, dan itu berhasil terungkap.

Andi menambahkan seharusnya negara meminta maaf dan memberikan pemaafan secara terbuka terhadap para korban tindak kekerasan serta pelanggaran HAM di masa lalu demi keberlangsungan hidup. 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home