Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 16:01 WIB | Kamis, 29 Juli 2021

Dokter Paru Ajak Masyarakat Jadi Agen Edukasi untuk Keluarga

Tangkapan layar dokter Benyamin Paulus Octavianus Sp.P, FISR dalam webinar “Isoman yang Benar dan Mengatur Saturasi Oksigen Saat Terpapar” yang diselenggarakan GBI Citra Garden 2, hari Rabu (28/7).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) Benyamin Paulus Octavianus Sp.P, FISR menyampaikan empat alasan mengapa virus corona dapat sangat mematikan.

Hal itu disampaikan dokter Benny, sapaan akrabnya, dalam bahan presentasi yang dihimpun satuharapan.com pada webinar “Isoman yang Benar dan Mengatur Saturasi Oksigen Saat Terpapar” yang diselenggarakan GBI Citra Garden 2, hari Rabu (28/7) melalui Zoom.

Alasan pertama, dapat menipu tubuh. Di awal infeksi, virus Corona berbahaya dapat menipu tubuh. Virus ini dapat menyebar ke paru-paru dan saluran pernapasan lain. Tetapi, anehnya sistem kekebalan tubuh kita merasa baik-baik saja.

Saat virus Corona mulai menguasai tubuh, sel-sel tubuh akan mulai melepaskan interferon, yaitu sinyal peringatan ke seluruh tubuh dan sistem kekebalan.

Kepala Penanganan COVID RS Rujukan COVID DKI, RSUD Cengkareng itu mencatat alasan kedua, yaitu menular dengan cepat.

Di saat satu hari sebelum sakit, jumlah virus di dalam tubuh akan mencapai puncaknya. Butuh waktu setidaknya satu minggu sebelum virus itu berkembang di dalam tubuh.

Virus Corona ini juga dapat berpindah atau menular orang lain dengan mudah.

Penasehat Ketum PGLII bidang Kesehatan itu, mencatat alasan ketiga, yaitu virus yang baru.

Virus Corona baru ini juga memiliki kemiripan dengan beberapa strain virus lain yang pernah ditemukan di masa lalu.

Ada empat virus Corora manusia lainnya yang juga dapat menyebabkan gejala yang mirip seperti flu biasa. Namun, di usia yang lebih tua nanti, tubuh akan menghasilkan kumpulan sel-T yang merupakan komponen inti sistem kekebalan tubuh, menjadi kurang beragam. Akibatnya, tubuh akan lebih sulit bertahan untuk melawan virus Corona

Alasan keempat, menyebabkan efek tak terduga pada tubuh.

COVID-19 dikenal dengan penyakit yang menyerang paru-paru dan menyebar ke seluruh tubuh. Selain merusak sel paru-paru, virus penyebab COVID-19 ini juga membunuhnya.

Seluruh efek dapat dialami pasien Corona karena virus ini telah menginfeksi sel tubuh yang disebut Veseptor ACE2. Reseptor ini ditemukan di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah, hati, ginjal, dan paru-paru.

Virus Corona baru ini juga dapat menyebabkan peradangan yang tidak terkendali pada beberapa pasien. Sehingga membuat sistem kekebalan merusak seluruh tubuh.

Oleh karena itu dokter Benny dalam bahan presentasinya “Lawan Mutasi Virus dengan “Mutasi” mengajak masyarakat untuk menjadi agen edukasi untuk keluarga dan lingkungan sekitar.

“Gunakan masker dengan benar jika terpaksa keluar rumah dan saat isoman. Pertimbangkan penggunaan double mask atau masker setara N95. Sering mencuci tangan, segera lakukan vaksinasi, dan jangan percaya hoax, jangan sebar hoax,” tulisnya.

Profil Singkat

Dilansir dari halodoc.com, dokter Benyamin Paulus Octavianus, SpP merupakan seorang Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) yang aktif melayani pasien di RS Royal Trauma.

Dokter Benyamin Paulus Octavianus mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang. Beliau tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai anggota.


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home