Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 07:44 WIB | Rabu, 06 Januari 2016

DPD: Konflik Arab-Iran, Indonesia Jangan Terpancing

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Irman Gusman. (Foto: Dok.satuharapan.com/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Irman Gusman mengatakan, memanasnya hubungan antara Kerajaan Arab Saudi dan Republik Islam Iran, menyusul dilakukan eksekusi mati terhadap ulama Syiah Nimr al-Nimr dan 47 tahan lainnya di Arab Saudi, telah menimbulkan gelombang reaksi berbahaya di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

"Kepada segenap komponen bangsa serta warga Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, kami menyerukan agar turut menjaga stabilitas dan keharmonisan hubungan antara sesama warga serta tidak terpancing oleh isu apapun yang berpotensi merusak kerukunan sosial," kata Irman Gusman  di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, hari Selasa (5/1).

Melihat kodisi  dan situasi yang tidak menguntungkan, kata Irman, dirinya menyerukan kepada pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat Arab Saudi dan Iran untuk segera menghentikan pernyataan, manuver atau kegiatan apapun yang berpotensi memperkeruh keadaan.

"Karena eskalasi ketegangan ini hanya akan merugikan kedua belah pihak, bahkan merugikan semua negara berpenduduk Muslim di dunia," kata dia.

Menurut Irman, Arab dan Iran adalah dua negara sahabat yang sama pentingnya bagi Indonesia mengingat posisi serta peran mereka dalam pergaulan Internasional serta hubungan diplomatik yang sudah berlangusng lama dengan Indonesia.

"Kami mendesak dua negara yang sedang bertikai itu untuk secepatnya melakukan rekonsiliasi demi menjaga satabilitas kawasan Timur Tengah serta hubungan antara sesama negara bependuduk muslim yang semestinya memberikan keteladanan tentang nilai-nilai Islam yang cinta damai menebar Islam Rahmatan lil alamin," kata dia.

"Kepada sesama negara anggota organisasi kerjasama Islam, kami menyerukan agar menahan diri dan memberikan kontribusi positif guna menjalin kembali tali persaudaraan antar sesama negera berpenduduk muslim agar dapat berdampak positif bagi terciptanya tata dunia baru yang lebih tenteram, adil, dan sejahtera," kata dia.

Dengan demikian, kata Irman, semua kejadian ini menyadarkan bangsa ini tentang betapa pentingnya melestarikan dan mengamalkan Pancasila dengan semangat gotong royong sebagai fondasi yang kuat untuk tetap tegaknya NKRI.

"NKRI sebagai tanah tumpah darah kita yang harus tetap aman tenteram, rukun dan damai," kata dia.

Selain itu, kata Irman sejalan dengan amanat Pembukan Undang-undang 1945 yang menyatakan, "Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial".

"Agar Pemerintah RI mengambil isiatif untuk mengggerakkan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam mengupayakan terciptanya suasanan kondusif demi terbangunnya kembali Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Islam), Ukhuwah Wathoniyah (Persaudaraan se-bangsa dan se-tanah air), Ukhuwah Insaniyah (Persaudaraan global kemanusiaan) antara dua negara anggota OKI yang tengah bertikai itu," kata dia.

"Pertikaian ini diperkirakan masih akan berlanjut dan dapat mempengaruhi stabilitas di kawasan itu, bahkan di banyak negara lain dimana ketegangan antara kaum Sunni dan Syiah masih terus terjadi bahkan konflik sektarian di Timur Tengah ini telah mengganggu stabilitas dunia global," kata Irman.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home