Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 23:41 WIB | Kamis, 09 April 2015

Dua Tentara Filipina Terbunuh Diserang Militan Abu Sayyaf

Komando polisi Filipina membawa peti mati rekan mereka yang jatuh dari pesawat C-130 tidak lama setelah tiba di sebuah pangkalan militer di Manila pada 29 Januari 2015. Sebuah prosesi panjang untuk membawa beberapa peti mati yang terbungkus bendera nasional tersebut menuju pesawat militer dilakukan ketika negara sedang berkabung setelah puluhan polisi terbunuh dalam operasi antiteror yang berakhir gagal. (Foto: AFP)

MANILA, SATUHARAPAN.COM - Tentara Filipina terlibat pertempuran dengan sekitar 200 militan kelompok sempalan Al Qaeda, pada Kamis (9/4). Pertempuran itu menyebabkan dua tentara dan enam militan terbunuh, menurut pernyataan juru bicara militer negara tersebut. 

Tentara sedang berpatroli di pulau bergolak Jolo ketika mereka terlibat pertempuran dengan militan kelompok Abu Sayyaf, menurut pernyataan juru bicara militer Kapten Rowena Muyuela. 

“Baku tembak berlangsung selama dua jam yang mengakibatkan banyak militan tewas,” ujarnya kepada awak media. 

Sebanyak 10 militan Abu Sayyaf dan 15 tentara cedera dalam baku tembak tersebut sebelum para militan berhasil melarikan diri, imbuhnya. 

Abu Sayyaf, yang didirikan melalui dana dari Al Qaeda pada awak 1990-an, dituding bertanggung jawab atas serangkaian serangan berdarah di Filipina, termasuk pengeboman terhadap sebuah kapal feri di Teluk Manila yang menewaskan lebih dari 100 korban jiwa pada 2004. 

Seorang pemimpin senior kelompok tersebut mengunggah sebuah video yang menunjukkan dirinya dan sejumlah militan lain menyatakan sumpah setia kepada kelompok ekstremis ISIS tahun lalu. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home