Loading...
SAINS
Penulis: Sotyati 12:11 WIB | Senin, 01 Agustus 2016

Edukasi Bencana Sejak Dini Lewat Media Dongeng

Ilustrasi: Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (kiri) bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kanan, berkopiah), dalam Pergelaran Kesenian Janger dengan tema "Kenali Bahayanya Kurangi Risikonya bertempat di lapangan RTH Karangharjo Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, September 2015, menghadirkan bintang tamu Janger Patoman dan Yati Pesek. (Foto: bnpb.go.id)

PANDEGLANG, SATUHARAPAN.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan dongeng sebagai media edukasi bencana bagi 150 anak sekolah. Kegiatan yang berlangsung di Desa Tamanjaya, Sumur, Pandeglang, Banten, Sabtu (30/7) itu diikuti siswa kelas lima dan enam sekolah dasar di Kecamatan Sumur, yang berjarak 227 km dari Jakarta itu.

Sang Pendongeng, Kak Ojan, memainkan karakter binatang dalam menceritakan kisah bermuatan edukasi bencana. Anak-anak mereka merespon cerita dengan antusias, edukasi bencana mengenai gempabumi dan tsunami. Karakter binatang monyet digambarkan sebagai sosok yang sombong dan akhirnya menyadari bahwa dia perlu waspada dan mendengarkan binatang lain ketika bencana terjadi.

Lipar, murid SD Tamanjaya, mengatakan acaranya bagus dan bermanfaat, seusai acara dongeng yang berlangsung di bawah tenda komando. Kepala Sekolah SD Tamanjaya 3 Subandi, seperti diberitakan situs bnpb.go.id, mengatakan hal senada bahwa acara dongeng dan sosialisasi bencana sangat bermanfaat bagi anak-anak Sumur.

Kecamatan Sumur termasuk wilayah rawan potensi bahaya seperti erupsi gunungapi, banjir rob, gempa bumi, dan tsunami. Pada beberapa titik jalan tampak papan informasi jalur evakuasi terkait dengan ancaman tsunami. Sejumlah 12 jalur evakuasi dipersiapkan BPBD Pandeglang dalam mengantisipasi bahaya tsunami di wilayah pesisir itu.

Edukasi itu sebagai salah satu bentuk sosialisasi kepada publik mengenai bencana. Sebagai rangkaian kegiatan sosialisasi, BNPB juga menyelenggarakan kesenian rakyat dengan media wayang golek untuk masyarakat Kecamatan Sumur. Pergelaran yang diselenggarakan di lapangan Desa Kertamukti, Sumur berdekatan dengan Taman Nasional Ujung Kulon.

Pergelaran rakyat bertajuk "Kenali Bahaya, Kenali Risiko" yang dipandu dalang Ki Jajang Gumilar dari Sanggar Giri Kencono itu dihadiri ribuan warga yang jarang menikmati hiburan rakyat seperti itu. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pergelaran wayang golek itu juga diharapkan menjadi ajang sosialisasi dan edukasi bagi warga setempat.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home