Loading...
SAINS
Penulis: Ignatius Dwiana 18:48 WIB | Jumat, 07 Maret 2014

Ekosistem Pulau Jawa Rusak, Mendesak Diselamatkan

Chalid Muhammad (kiri) dari Intistut Hijau Indonesia (IHI) dan Direktur Eksekutif HuMa Andiko. (Foto: Ignatius Dwiana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Ekosistem pulau Jawa rusak. Hal ini disampaikan Chalid Muhammad ketika diwawancara usai konferensi pers Perkumpulan HuMa ‘Menyambut Pemilu 2014: Pembangunan Rendah Karbon Berbasis Hak sebagai Masa Depan Indonesia’ di Jakarta pada Kamis (6/3).

Aktifis lingkungan dari Intistut Hijau Indonesia (IHI) ini menyebutkan 60 persen penduduk Indonesia ada di Pulau Jawa sementara 15 persen dari stok air nasional ada di Pulau Jawa. “Jadi sedikit sekali. Sumber daya airnya sedikit, laju kerusakan alamnya paling tinggi. Kalau Jawa tidak dipikirkan serius, ini akan menjadi masalah besar sesungguhnya. Dari hulu sampai ke hilir, Pulau Jawa itu rusak. Padahal di sini perputaran uang terbanyak. Itulah yang harus menjadi pemikiran.”

Lanjutnya, “Sudahlan, berhentilah untuk mengkonversi lahan pertanian menjadi pemukiman, atau industri. Jawa itu tanahnya subur sekali cocok untuk pertanian. Harus didorong saja ke sana. Tetapi itu tidak mendapat porsi dalam MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Masterplan ekonomi kita masih menjadikan Pulau Jawa ini sebagai tumpuan eksploitasi, sebagai kota jasa, kota industri. Ini tidak sesuai dengan daya dukung di Pulau Jawa.”

Cara menyelamatkan Pulau Jawa dengan memindahkan pertumbuhan ekonomi ke daerah lain. Dengan cara itu maka konsentrasi penduduk tidak di Pulau Jawa. “Orang secara sukarela akan berpindah bukan lewat transmigrasi, tetapi memang karena pertumbuhan ekonomi.”

Pertumbuhan ekonomi yang diterapkan pun harus mensyarakatkan pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan. Chalid berharap para calon legislatif mau mengubah MP3EI atau mengganti konsep MP3EI itu nantinya dengan konsep yang ramah lingkungan, lebih berpihak.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home