Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 16:41 WIB | Minggu, 05 Juni 2016

Erdogan Sebut Resolusi Genosida Jerman Tidak Berarti

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier berjabat tangan dengan Presiden Armenia Serzh Sarkisian saat bertemu di Berlin pada 6 April 2016. Presiden Armenia Serzh Sarkisian berada di Berlin setelah pengumuman gencatan senjata di wilayah Nagorno Karabakh pascaempat hari pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan. (Foto: AFP)

ISTANBUL, SATUHARAPAN.COM - Resolusi Parlemen Jerman yang mengakui pembantaian warga Armenia di era Kekaisaran Ottoman sebagai genosida “tidak berarti” dan tidak akan mengubah pandangan Turki terkait masalah itu, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Sabtu (4/6).

Erdogan mengatakan dia bertanya-tanya bagaimana para pejabat Jerman masih punya muka untuk bertemu dengan pemimpin Turki setelah pemungutan suara pada Kamis di Bundestag, yang mendorong Ankara menarik duta besarnya dan memperingatkan konsekuensi lebih lanjut.

Namun dia mengatakan “terlalu dini” untuk membicarakan tindakan ekonomi terhadap Jerman.

Dan dia juga menambahkan sengketa dengan Berlin seharusnya tidak menjadi faktor merenggangnya hubungan Turki dengan Uni Eropa, mengakui bahwa tidak ada untungnya bagi Turki jika “bertindak dengan kebencian”.

“Keputusan yang diambil Parlemen Jerman sama sekali tidak ada artinya,” kata Erdogan dalam pernyataan kepada sejumlah surat kabar Turki termasuk harian Hurriyet saat dia melangsungkan kunjungan ke Afrika.

“Pandangan kami mengenai peristiwa 1915 sudah menjadi rahasia umum... dan keputusan semacam ini tidak akan mengubah pendapat kami mengenai sejarah kami. Namun, mereka juga mengabaikan fakta bahwa mereka berisiko kehilangan teman seperti Turki.”

Armenia mengatakan hingga 1,5 juta rakyat mereka tewas dalam genosida yang dilakukan pasukan Ottoman untuk membasmi mereka dari Anatolia tapi Turki sudah lama menolak untuk mengakui pembunuhan itu sebagai genosida. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home