Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Kartika Virgianti 14:08 WIB | Jumat, 22 November 2013

Giant Sea Wall Diperlukan Jakarta, karena Tanah Terus Menurun

Ilustrasi Giant Sea Wall. (Foto: inhabitat.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Giant sea wall atau mega projek bendungan raksasa sangat diperlukan di Jakarta karena kondisi struktur tanah di Jakarta selalu terjadi penurunan. Selain itu, ada juga beberapa alasan yang mendasari pembangunan giant sea wall ini, menurut Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo saat ditemui di kantor Balai Kota, Jumat (22/11).

Saat ini mega projek tersebut masih dalam tahap pembahasan, maka sebelum mengeksekusinya, Jokowi mengatakan harus mengerti dulu mengapa kita memerlukan giant sea wall ini untuk laut Jakarta.

Menurut para ahli internasional, kenaikan permukaan air laut disebabkan karena terjadinya pemanasan global di mana lapisan es di kedua belahan kutub mencair sehingga mengakibatkan bisa menenggelamkan pulau kecil ataupun daratan yang terlalu rendah seperti Jakarta ini.

Tanah Jakarta Menurun

Apapun penyebabnya, yang pasti kondisi seperti inilah yang sedang dialami Jakarta, terutama ini terjadi di wilayah pantai utara Jakarta. Seperti kita ketahui, dari tahun ke tahun pemerintah terus menambah ketinggian tanggul yang ada saat ini, dalam upaya mencegah air laut masuk daratan.

Namun Jokowi mengemukakan beberapa alasan yang pertama yaitu karena kondisi struktur tanah Jakarta ini terus mengalami penurunan. Maka giant sea wall ini dibangun supaya tidak ada penetrasi air laut yang masuk ke daratan. Kedua, projek ini berfungsi mencegah abrasi laut. Ketiga, supaya rob (banjir karena laut pasang) tidak masuk ke daratan dan menyebabkan banjir di pemukiman warga.

Giant Sea Wall Punya Keuntungan Hebat Lainnya

Maka untuk mengatasi semua itu, satu-satunya cara dengan giant sea wall ini. Tapi menurut Jokowi fungsinya tidak hanya itu saja. Nantinya juga bisa berfungsi membangun deep sea port, yaitu semacam airport tapi ini adanya ditengah laut. Selain itu bisa juga membangun perumahan, tanpa merusak biota-biota laut yang ada di sana. 

Akan tetapi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mega proyek ini masih akan dievaluasi, karena ini proyek yang sangat besar sekali di mana biayanya bisa mencapai 300an triliun rupiah.

Projek ini memang boleh dibilang masih rencana karena harus ada Feasibility Study (FS), dan kemudian perlu dirampungkan Detail Engineering Design (DED) terlebih dahulu. Sehingga masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut dan sedang diusulkan ke dewan (DPRD) untuk nantinya bisa dimasukkan dalam anggaran tahun 2014.

“Ya itu kan projek yang besar sekali 300an triliun, musti perlu proses, perlu waktu, perlu perencanaan. FS saja masih belum jalan kok DED juga,” kata Jokowi. 

Rencana sebelumnya memang giant sea wall ini akan dimulai tahun 2020, tapi Jokowi menuturkan bahwa pihaknya ingin mempercepat, oleh karena itu diajukan ke dalam anggaran perencanaan 2014, agar bisa dimulai setahun setelahnya.

“Nanti tahun 2015 sudah dimulai fisiknya kalau FS jadi, DED jadi. Tidak pakai swasta, dari pemerintah saja,” kata Jokowi.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home