Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 19:22 WIB | Sabtu, 11 Juli 2015

Hadiah Salib Palu Arit untuk Paus Fransiskus Picu Perdebatan

Presiden Bolivia Evo Morales memberikan salib dengan simbol palu arit untuk Paus Fransiskus. (Foto: istimewa)

LA PAZ, SATUHARAPAN.COM - Pemberian salib dengan kombinasi simbol komunis palu dan arit kepada Paus Fransiskus di Bolivia memicu perdebatan di antara kalangan Katolik.

Salib tersebut merupakan pemberian Presiden Bolivia, Evo Morales yang berasal dari partai sayap kiri.

Salah seorang uskup Katolik menyatakan Morales telah "memanipulasi Tuhan".

Interprestasi yang berbeda muncul atas reaksi Paus Fransiskus terhadap hadiah tersebut. Tetapi Vatikan meredakan 'kehebohan' tersebut.

Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan ekspresi Paus tampak terkejut karena mendengar asal usul hadiah tersebut.

"Bagaimanapun saya tidak berpikir untuk menaruh simbol ini di altar Gereja," kata dia.

Reaksi keras disampaikan oleh uskup Spanyol, Jose Ignacio Munilla, yang berkicau di Twitter,"Arogansi yang besar adalah memanipulasi Tuhan untuk ajaran ideologi atheis."

"Ini merupakan sebuah provokasi, sebuah gurauan," kata uskup Bolivia Gonzalo del Castillo, seperti diberitakan kantor berita AFP.

Kemarahan juga disampaikan melalui halaman Facebook Kantor Berita Catholic. " Tidak sederhana itu mengabungkan Komunisme dengan Kristiani!" kata seorang pengguna media sosial.

Ekspresi Paus ketika menerima salib dari presiden Bolivia menimbulkan interpretasi beragam.

Tetapi salah satu komentar menyebutkan, "Ini bukan untuk menghina Paus Fransiskus, ini untuk mengenang martir Jesuit yang tewas karena membela kaum miskin dan tekanan di Bolivia."

Mewakili Umat Tuhan

Salib tersebut dibuat berdasarkan rancangan Luis Espinal, seorang Pastor Jesuit yang dibunuh pada tahun 1980 oleh milisi sayap kanan.

Menteri Komunikasi Bolivia, Marianela Paco, mengatakan kepada Radio Bolivia, "Arit meembangkitkan petani, palu bagi tukang kayu, mewakili pekerja sederhana, umat Tuhan."

“Tidak ada motif lain dibalik pemberian hadiah tersebut,” kata dia menambahkan.

Selama ini Paus diduga mempelajari ajaran Marxist, setelah beberapa kali menyampaikan kritik keras terhadap kapitalisme dan ketidaksetaraan.

Paus Fransiskus melanjutkan lawatan ke Paraguay, yang merupakan negara ketiga yang dikunjungi dalam tur Amerika Latin yang akan berakhir hari Senin (13/7). (bbc.com)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home